SUARA PEMBARUAN DAILY

Gubernur Bali Ajak Masyarakat Jaga Hutan "Mangrove"

SP/Nyoman Mardika

Gubernur Bali Dewa Made Beratha (kedua dari kanan) didampingi Kepala Dinas Kehutanan Bali Sulendra serta pejabat terkait ketika melakukan penghijauan dengan penanaman pohon bakau di Kawasan Serangan, Denpasar, Jumat (14/3).

[DENPASAR] Gubernur Bali Dewa Made Beratha mengatakan, keberadaan hutan bakau (mangrove) di sepanjang pantai wilayah Denpasar kelestariannya harus tetap dijaga. Selain sebagai paru-paru kota, keberadaan hutan mangrove sekaligus menjaga lingkungan pantai mengantisipasi terjadinya abrasi.

"Kami mengajak masyarakat supaya mencintai dan menjaga lingkungan, khususnya melestarikan hutan mangrove," kata Gubernur kepada wartawan seusai melakukan penghijauan dengan menanam pohon mangrove di kawasan pantai Serangan, Denpasar, Jumat (14/3).

Penghijauan dengan penanaman pohon mangrove selain diikuti karyawan dan pejabat Dinas Kehutanan juga melibatkan mahsiswa, dosen, dan karyawan dari Universitas Warmadewa (Unwar) dan Sekolah Tinggi Perhotelan (STP) Nusa Dua. Ada sekitar 6.000 pohon mangrove ditanam di Pulau Serangan yang sebelumnya dikenal sebagai Pulau Penyu.

Penghijauan dengan menanam pohon mangrove ini untuk mengganti pohon mangrove yang mati sehingga kawasan di Serangan tetap hijau dengan pohon mangrove. Upaya ini harus terus dilakukan karena abrasi terhadap pantai-pantai di Bali terus terjadi akibat hujan dan alam yang semakin ganas.

Melarang

Menjawab apakah ada tindakan dari Pemprov Bali kalau ada investor yang berusaha memakai lahan mangrove untuk kawasan bisnis khususnya dalam membangun fasilitas pariwisata, Beratha mengatakan, pihaknya akan komit melarang terjadinya alih fungsi lahan dari kawasan hutan mangrove ke kawasan bisnis.

"Investor yang mau menanamkan modalnya di Bali hendaknya juga menjaga lingkungan. Jangan datang ke Bali merusak lingkungan. Mari bersama-sama menjaga Bali supaya tetap lestari," katanya.

Rektor Unwar, Prof Dr Made Sukarsa SE MA mengatakan, keterlibatannya bersama mahasiswa, dosen, dan karyawan dalam penghijauan selain ingin ikut melestarikan hutan mangrove juga sekaligus menjaga lingkungan Bali. Apalagi Unwar memiliki Pola Ilmiah Pokok (PIP) yakni lingkungan, sehingga PIP ini perlu dimplementasikan.

"Kami mengajak mahasiswa, dosen, dan karyawan Unwar lebih mencintai lingkungan sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi diantaranya pengadian kepada masyarakat," katanya. [137]


Last modified: 15/3/08