[MEDAN] Harga cabai melambung tinggi di pasar tradisional di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), kini tembus Rp 30.000 per kilogram (kg) dari harga sebelumnya sekitar Rp 17.000 kg. Begitu juga dengan cabai rawit mencapai Rp 22.000 dari harga sebelumnya sekitar Rp 16.000 per kg.
Kenaikan harga cabai tersebut sudah berlangsung selama dua pekan. Belum diketahui penyebab dari lonjakan harga tersebut.
Menurut Theorida boru Manurung (46), pedagang cabai di Pasar Sambu Medan, Sumut, harga cabai mengalami lonjakan karena hasil panen petani menurun. Hasil panen petani berkurang karena terserang hama.
"Bagaimana mau kami bilang. Kami pun membeli cabai ini dengan harga sangat tinggi. Jadi kenaikan harga ini bukan kemauan kami," ujar Theorida, Sabtu (15/3) pagi. Wanita berputra empat ini mengungkapkan hal tersebut setelah masyarakat pembeli mencak-mencak saat akan membeli cabai yang dijualnya.
Hal yang sama juga terdapat di Pasar Sukaramai Medan. Harga cabai melonjak begitu tajam. Lonjakan harga tersebut membuat penjual nasi lebih memilih membeli cabai hijau, yang masih di bawah harga cabai merah dan cabai rawit. Harga cabai hijau masih tetap normal, Rp 17.000 per kg.
"Kalau membeli cabai merah tidak akan membawa untung. Sebaliknya malah membawa untung. Kita tidak mau membeli cabai merah selama harganya masih tinggi. Mau tak mau, untuk melengkapi nasi yang dijual, cabai hijau yang diberikan," kata Herman (36), penjual nasi di Pasar Simpang Limun Medan. [AHS/W-8]