SUARA PEMBARUAN DAILY

Waduk Sunter Hulu Dihijaukan

SP/RG Windrarto

Pemprov DKI Jakarta menghijaukan Waduk Sunter Hulu atau Waduk Tandon yang terletak di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang selama ini berfungsi tidak hanya untuk mengatasi banjir, tetapi sekaligus dijadikan sarana rekreasi.

[JAKARTA] Lingkungan di sekitar Waduk Sunter Hulu, Jumat (14/3) siang, ditanami pohon buah-buahan hasil sumbangan dari para anggota Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI). Aksi penghijauan itu selain diikuti para anggota HATHI juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Prijanto, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum, Iwan Nursyirwan, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Departemen Pekerjaan Umum, Pitoyo Subandrio dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) DKI Wishnu Subagio Jusuf.

Menurut Kadis PU DKI Wishnu Subagio, Waduk Tandon yang terletak di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, kelak akan berfungsi untuk mengendalikan air Kali Sunter dan tempat wisata bagi masyarakat di sekitarnya.

Waduk tersebut, jelasnya, merupakan salah satu dari 18 lokasi waduk yang hendak direvitalisasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terkait program penanggulangan banjir di Jakarta. "Pada tahap pertama, Pemprov telah membebaskan lahan seluas tujuh hektare yang diproyeksikan untuk ruang hijau terbuka. Pada lahan seluas itu juga dibangun Waduk Sunter Hulu seluas 4,5 hektare," jelas Wishnu.

Dalam perencanaan Pemprov, lanjutnya, ruang hijau terbuka di sana akan seluas 11 hektare. Bila pembebasan lahannya telah rampung, waduk pun akan diperluas. Wishnu berharap masyarakat ikut berpartisipasi menghijaukan kawasan tersebut.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan dan Konservasi Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum, Agung Djuhartono, memberikan acungan jempol kepada Pemprov DKI yang telah menunjukkan komitmennya dalam memperluas ruang hijau terbuka dan membangun waduk baru.

"Waduk Sunter Hulu merupakan waduk baru yang dibangun Pemprov DKI di saat kebutuhan lahan untuk komersial dan permukiman sangat tinggi," ujarnya. Ia berharap, masyarakat mendukung komitmen Pemprov, yang salah satunya untuk mengatasi banjir di DKI, dengan menyediakan ruang untuk sumur resapan.

Pengendalian banjir di Jakarta, kata Agung, tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan waduk baru atau revitalisasi waduk-waduk yang ada. [W-5]


Last modified: 15/3/08