SUARA PEMBARUAN DAILY

Jalan Rusak

Wagub DKI Bantah Ada yang Tewas

SP/Luther Ulag

Badan jalan busway di Halte Jakarta Kota sudah lama rusak parah. Aspalnya mengelupas, berlubang dan digenangi air. Bus Transjakarta yang melintas di jalan tersebut harus berhati-hati. Sampai saat ini, jalan rusak itu belum diperbaiki hingga Sabtu (15/3) oleh instansi yang berwenang.

[JAKARTA] Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto menyangkal kerusakan jalan di Jakarta telah mengakibatkan kematian para pengendara kendaraan bermotor. Korban yang meninggal itu karena kelengahan atau sedang mabuk. Kendati demikian, ia mengakui perbaikan jalan belum maksimal mengingat cuaca dan anggaran belum tersedia.

"Hanya pengendara yang sedang mabuk saja, karena kelengahannya, meninggal ketika melintas di ruas jalan yang rusak," tuturnya ketika memberikan sambutan pada acara ulang tahun ke 27 Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) di tepi Waduk Sunter Hulu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (14/3) siang.

Ia menilai, terlalu berlebihan informasi tentang korban meninggal dunia terkait dengan kerusakan jalan di ibu kota negara ini. "Kalau dikumpulkan secara nasional, ya bisa saja jumlah korban yang meninggal dunia bisa sebesar yang diberitakan," ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI, lanjutnya, tidak tutup mata atas kerusakan jalan yang dikeluhkan masyarakat. Rencana perbaikan, imbuhnya, pastilah ada. Tapi tidak sekarang, tuturnya, mengingat cuacanya belum memungkinkan untuk melakukan perbaikan.

"Kalau cuaca seperti ini, orang di desa pun tahu tidak mungkin dilakukan perbaikan jalan. Jadi perbaikan akan dilakukan manakala curah hujan sudah tidak tinggi lagi," jelasnya. Prijanto pun berharap, HATHI yang beranggotakan ahli teknik ikut menjelaskan solusi kerusakan jalan secara logis ke masyarakat.

Di samping cuacanya belum memungkinkan dilakukan perbaikan jalan, Wakil Gubernur juga menyatakan bahwa anggaran perbaikan belum tersedia. Untuk memperbaikinya, ujarnya, membutuhkan anggaran sangat besar. "Pengucurannya melalui proses administrasi yang tidak sebentar," paparnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) DKI, Wishnu Subagio Jusuf, yang ditemui pada acara yang sama, menerangkan bahwa perbaikan sudah dilakukan tapi masih bersifat sementara. "Bukan tambal sulam, tapi perbaikan darurat," ujarnya.

Dia pernah mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di Jakarta mencapai 424.000 meter persegi. Sementara total luas ruas jalan di ibu kota negara 40 juta meter segi. Dengan demikian kerusakan yang terjadi hanya 1,06 persen. Perbaikan dilakukan pada jalan-jalan yang kondisinya rusak ringan. Untuk keperluan itu, anggarannya sekitar Rp 6,8 miliar. Sedangkan untuk jalan rusak berat dialokasikan dana sebesar Rp 56 miliar. Namun perbaikan jalan rusak berat ini baru dapat dilakukan setelah APBD DKI disahkan.

Di tempat terpisah, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan, panjang jalan di seluruh Indonesia saat ini 35.000 kilometer. Dari panjang itu tercatat 120 km rusak , 100 km di Pulau Jawa dan 23,5 km di DKI Jakarta.

Menurut Menteri PU, perbaikan jalan rusak dilakukan secara bertahap. Selama hujan masih mengguyur perbaikan tahap pertama adalah penambalan lubang-lubang jalan. Tahap selanjutnya pada kemarau nanti dilakukan perbaikan total.

Dialihkan

Sementara itu, akibat adanya pengerjaan pemasangan Gelagar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sisi timur Jalan Yos Sudarso, Kelapa Gading-Halte Sunter (tahap I), maka Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan mengalihkan sementara arus lalu lintas dari arah utara ke arah selatan.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Nurachman mengemukakan, arus lalu lintas dari arah Tanjung Priok/Plumpang menuju ke Cempaka Putih/Cawang, khusus kendaraan besar (bus dan truk/kontainer) di Jalan Yos Sudarso diarahkan masuk Pintu Tol Plumpang (depan Depo Pertamina) untuk melalui jalan tol dan seterusnya.

Sedangkan untuk kendaraan kecil (mobil pribadi/pick up) masih dapat melalui Jl Yos Sudarso dengan pengaturan sistem contra flow (dua arah) pada sisi barat Jl Yos Sudarso. Sementara arus lalu lintas dari Cempaka Putih/Cawang menuju ke Plumpang/Tanjung Priok masih dapat melalui Jl Yos Sudarso dan seterusnya.

"Pengalihan sementara arus lalu lintas tersebut akan dilaksanakan pada hari Sabtu (15/3) mulai pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB," kata Nurachman.

"Kita mengimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan dan/atau menghindari ruas jalan tersebut pada saat pengerjaan berlangsung dengan mencari rute jalan alternatif, mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan," tambahnya. [RBW/HR/W-5]


Last modified: 15/3/08