![]()
AFP / FRED DUFOUR
Perempuan Iran mengambil cap jempol saat pengambilan suara pemilu parlemen di Aradan, Iran, Jumat (14/3). Kota Aradan adalah tempat kelahiran Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.
[TEHERAN] Rakyat Iran pada Sabtu (15/3) ini menantikan hasil-hasil awal perhitungan suara pemilu parlemen yang berlangsung kemarin. Cengkeraman kubu konservatif di parlemen diperkirakan semakin menguat, setelah dilakukannya diskualifikasi besar-besaran terhadap sejumlah kandidat reformis.
Sesaat setelah pemungutan suara rampung digelar, pemerintah Iran menyatakan tingkat partisipasi publik dalam pemilu kemarin jauh lebih tinggi ketimbang pemilu terakhir yang diselenggarakan tahun 2004. Diungkapkan, peningkatan jumlah partisipasi publik dalam pemilu tersebut memperlihatkan kepada Barat bahwa bangsa Iran tetap bersatu meskipun ketegangan internasional yang dipicu program nuklir negara itu semakin memanas.
Amerika Serikat, musuh bebuyutan Iran, sementara itu langsung mengutuk penyelenggaraan pemilu yang dinilai "penuh manipulasi" setelah Dewan Garda mendiskualifikasi ratusan kandidat reformis atas tuduhan tidak cukup loyal terhadap semangat revolusi Islam. AS menyebutkan, Iran gagal memenuhi standar internasional dalam penyelenggaraan pemilu kemarin. Pemilu dinilai tidak berhasil diselenggarakan sejalan nilai-nilai demokrasi.
"Iran untuk kesekian kalinya menggunakan alasan-alasan ideologis untuk mendiskualifikasi para kandidat anggota parlemen, memberlakukan pembatasan-pembatasan terhadap jurnalis dan media massa yang ingin meliput pemilu, serta membatasi peluang bagi para kandidat untuk berkampanye," ungkap Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack. Iran juga dinilai tidak memberikan akses bagi para pemantau pemilu independen untuk ikut mengawasi jalannya pemungutan suara di TPS-TPS.
Bebas Menentukan
McCormack mengatakan, rakyat Iran seharusnya bebas menentukan sendiri pemerintah mereka melalui proses pemilu yang bebas dan adil. "Kami mendesak para pemimpin Iran untuk mengakhiri campur tangannya dalam pemilu-pemilu mendatang, termasuk pemilihan presiden tahun 2009," kata McCormack.
Ia juga mendesak parlemen baru Iran agar mematuhi kewajiban internasional dan tetap bekerja mengupayakan terwujudnya Iran yang demokratis demi kepentingan seluruh rakyatnya. Sekitar 4.500 kandidat mencalonkan diri untuk memperebutkan 290 kursi di parlemen.
Hasil awal perhitungan suara dari sejumlah kota besar dan kecil diperkirakan bisa diperoleh pada hari Sabtu ini. Namun untuk Teheran, yang mengirimkan 30 anggota legislatifnya untuk duduk di parlemen yang beranggotakan 290 kursi, perhitungan suara bisa memakan waktu selama beberapa hari.
Deputi Menteri Dalam Negeri Iran Ali Reza Afshar menyebutkan jumlah partisipasi publik dalam pemilu kemarin "sangat gemilang". Sementara juru bicara pemerintah, Gholam Hossein Elham, mengatakan tingkat partisipasi publik mencapai 60 persen. [AFP/AP/E-9]