[JAKARTA] Pemerintah Jepang memberikan hibah sebesar Rp 3 miliar kepada empat lembaga swadaya masyarakat (LSM) yakni Yayasan Bangun Indonesia, Yayasan Kemanusiaan ESLT, Palang Merah Indonesia Jakarta Timur, Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Jakarta.
Menurut Duta Besar Jepang untuk Indonesia Shin Ebihara, Jumat (14/3), bantuan tersebut menjadi tonggak kerja sama antara kedua negara yang bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan RI-Jepang.
Atase Kesehatan Jepang Sasaki Masahiro, hibah ditujukan untuk masyarakat kalangan bawah guna meningkatkan standar kehidupan mereka. "Sebelum menentukan kebijakan hibah ini, kami lebih dulu mengikuti program yang telah dijalankan Pemerintah RI baik itu di bidang kesehatan, pendidikan maupun sosial," ujarnya.
Sasaski menjelaskan salah satu bantuan yang diberikan terkait dengan pencegahan dan pengendalian flu burung di Kota Tangerang, Banten. "Kami melihat kasus infeksi flu burung pada akhir Februari 2008 sebanyak 129 orang dan 105 meninggal. Angka itu dan kematiannya yang terbanyak di dunia," katanya.
Menurut Ketua Yayasan Bangun Indonesia (YBI) Sumengen Sutomo, hibah yang diberikan akan diwujudkan dalam bentuk proyek perbaikan lingkungan sanitasi hidup masyarakat setempat. Kegiatan nyata yang akan dilakukan YBI menyangkut upaya peningkatan pengetahuan, kesadaran dan perilaku tentang kebersihan diri dan sanitasi lingkungan.
Ketua Yayasan Kemanusiaan ESLT Izak Timisela mengatakan bantuan dari Jepang tersebut akan digunakan untuk pembangunan gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) Yenaiz yang dikelola yayasan yang menangani penyandang cacat bagi masyarakat miskin di Kecamatan Pinang, Tangerang.
Sedangkan bantuan untuk PMI Jakarta Timur berupa pengadaan informasi, pendidikan dan layanan kesehatan bagi kaum muda terkait dengan pencegahan penularan HIV/AIDS. Menurut Ketua PMI Jakarta Timur Kusnoto, program ini akan dijalankan bersama dengan Yayasan Srikandi Sejati dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
Yayasan Pendidikan Anak Cacat Jakarta yang diketuai Muki Reksoprodjo telah menerima bantuan itu sejak 2006. [MYS/Y-2]