SUARA PEMBARUAN DAILY

BP Migas Targetkan Produksi Minyak 1 Juta Bph

[JAKARTA] Meski pertumbuhan cadangan produksi minyak Indonesia negatif, Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) optimistis produksi minyak akan melebihi satu juta barel per hari (bph) selama 2008 ini.

"Target itu kami tetapkan mengingat realisasi produksi minyak rata-rata dari Januari 2008 hingga saat ini, bisa berada di atas satu juta bph," kata Direktur Operasi BP Migas Dodi Hidayat di Gedung Kantor Menara Patra, Jakarta Selatan, Jumat (14/3). Kunci pencapaian taget satu juta bph hingga akhir 2008 ini, kata Dodi, adalah peningkatan pemeliharaan dan pengeboran di sumur-sumur baru.

Menurut Kepala BP Migas Kardaya Warnika, tahun 2007 lalu, tingkat produksi minyak hanya rata-rata 954.000 bph. "Jadi, target 2008 merupakan peningkatan, walaupun masih kalah dibanding produksi 1995, yang berkisar 1,6 juta bph," ujar Kardaya.

Menurut Kardaya, produksi minyak menurun sejak 1997 lalu. Barulah sekitar Agustus atau September 2007, angka produksi bisa merambah naik sedikit demi sedikit. Puncaknya terjadi Januari 2008 lalu, produksi minyak menembus satu juta bph. Kemudian sempat turun, tetapi tingkat produksi kembali naik.

Kondisi Dunia

Deputi Perencanaan BP Migas, Ahmad Lutfi menegaskan, produksi minyak yang rendah dibanding periode 1995-1997 karena perbedaan sejumlah kondisi, seperti kondisi keuangan dan performance production, yang tidak sama dengan sekarang ini.

"Pertumbuhan cadangan kita negatif. Saat ini, kondisi di dunia juga sama, produksi makin kecil," tutur Lutfi.

Meski demikian, BP Migas mengklaim telah menahan laju penurunan produksi minyak. Hal tersebut, disampaikan Deputi Bidang Keuangan dan Ekonomi Edi Purwanto. Menurut dia, kecenderungan penurunan produksi lima tahun belakangan ini dapat ditekan, dari 15 persen menjadi lima persen.

"Masalah produksi, angkanya memang polemik. Tidak hanya Indonesia, negara-negara dunia juga produksinya memang menurun. Kita memang sedang dalam trend declining. Tetapi, kami tetap harus berupaya untuk menahan laju penurunan," ujar Lutfi.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Migas, Abdul Muin menambahkan, berdasarkan rencana kerja dan anggaran seluruh kontraktor migas, produksi minyak dapat mencapai 1,043 juta bph pada 2008. Disamping dana yang telah dialokasikan kontraktor, target produksi akan tercapai dengan catatan, didukung kondisi eksternal seperti alam, peralatan, dan tanah.

Meskipun produksi minyak dinilai menurun, produksi gas justru meningkat. Padahal, BP Migas mengungkapkan, produksi minyak lebih besar jika dibandingkan dengan produksi gas.

Edi berpendapat, walaupun nominal gas naik, tapi persentasenya terus menurun. Selama lima tahun belakangan ini, profit margin gas naik sekitar 72 persen. Untuk cost recovery-nya saja dari 2002 terus menurun, sebelumnya 34 persen menjadi sekitar 20-21 persen. [CNV/N-6]


Last modified: 15/3/08