SUARA PEMBARUAN DAILY

Hujan dan Angin Gagalkan Panen Cabai

[BREBES] Hujan dan angin yang bertiup kencang dalam beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan tanaman cabai yang belum siap panen rontok di beberapa wilayah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Itu terjadi di sentra cabai yang tersebar di Kecamatan-Bulakamba, Tanjung, Kersana, dan Wanasri.

Dengan rontoknya cabai yang masih muda (hijau) ini, para petani mengalami kerugian jutaan rupiah di setiap petak yang berukuran 2.000 m2 sampai 3.000 m2. Sedang luas tanaman cabai yang rontok diterjang hujan angin ini mencapai belasan hektare (ha).

Kecamatan Wanasari yang paling parah menderita, karena hujan anginnya paling kencang mengingat lokasinya tak jauh dari pantai.

Seorang petani cabai dan pengurus kelompok tani di Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari Suparto (45), di Brebes, Jumat (14/3) mengatakan, para petani di desa tersebut terpaksa memunguti cabai hijau yang rontok yang belum membusuk, serta memetik cabai yang masih hijau karena tanamannya roboh. "Lebih baik mendapat cabai hijau daripada tidak sama sekali," katanya.

Cabai hijau itu masih laku dijual seharga Rp 5.000 per kilogram (kg). Padahal beberapa hari lagi cabai tersebut sebenarnya sudah tua dan berwarna merah yang saat ini harga jualnya Rp 12.500 per kg. Sedang harga di pasar sudah mencapai Rp 16.000 sampai Rp 17.500 per kg.

Menurut para petani, kalau cabai tersebut tidak segera dipetik, bisa membusuk karena tanamannya banyak yang roboh dan terendam air. "Dari lahan 2.000 m2 ini, saya hanya menghasilkan 50 kg cabai hijau seharga Rp 250.000," katanya. [WMO/M-11]


Last modified: 14/3/08