SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Populasi Harimau Menurun

Spesialis harimau World Wildlife Fund (WWF), Bivash Pandav, di Stockholm, Kamis (13/3), mengingatkan, saat ini hanya terdapat 3.500 harimau di seluruh dunia. Padahal, lima tahun lalu, jumlahnya masih 5.500 sampai 6.000 ekor. Perburuan dan perusakan habitat alami merupakan penyebab utama menurunnya populasi harimau. Perburuan gelap dilakukan demi memenuhi permintaan pasar dalam bentuk tulang yang dipercaya sebagai obat tradisional Tiongkok.

Di pasar Tiongkok, harimau yang telah mati bernilai puluhan ribu dolar AS. Sedangkan Amerika Serikat adalah pasar kedua terbesar sedunia bagi produk harimau. Namun, menurutnya, "kucing besar" itu mudah berkembang biak dan pada umumnya, memproduksi banyak anak. Lagi pula, meskipun dilanda masalah, harimau hidup dengan baik di beberapa tempat di India. Masalah ini dapat diatasi dengan memastikan hewan tersebut dapat hidup di hutan, mendapatkan makanan dan habitat tanpa terusik. [AFP/RPS/S-26]

SP/Luther Ulag

Bantuan Dana Penelitian

Ahli Teknologi Pangan yang juga Rektor Universitas Atmajaya, FG Winarno (kanan) memegang poster dengan Wakil Direktur Utama Indofood, Franciscus Welirang (kedua dari kiri) disaksikan pengamat sosial ekonomi pertanian, Bustanul Arifin (kiri) pada peluncuran Program Indofood Riset Nugraha (IRN) 2008, yakni bantuan dana penelitian dari Indofood bagi kalangan akademisi, Kamis (13/3) di Jakarta.


Last modified: 14/3/08