SUARA PEMBARUAN DAILY

Longsor di Puncak

Akses Jalan Dua Desa Terputus

[BOGOR] Akses jalan utama dari dua desa yakni Desa Tugu Utara dengan Desa Tugu Selatan di Kecamatan Cisarua, kawasan Puncak, Bogor, terputus akibat tanah longsor, Jumat (14/3) dini hari. Tanah longsor dari ketinggian 15 meter itu akibat hujan deras yang terus mengguyur kawasan Bogor sejak Rabu hingga Kamis (13/3) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sekitar 39 rumah warga di Desa Tugu Utara rusak tertimpa longsor. Sedangkan di Desa Tugu Selatan, enam rumah rusak.

Berdasarkan pantauan SP hingga Jumat (14/3) pagi, warga setempat bergotong royong dengan peralatan konvensional. Warga juga melakukan pembersihan longsoran tanah dari tebing setinggi 15 meter yang menutupi jalan.

Menurut sejumlah warga, banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu kawasan Bogor dan Puncak sedang diguyur hujan lebat. "Sejak sore hujan memang turun dengan begitu derasnya. Tiba-tiba air di kali ini meluap dan terjadi banjir. Tidak lama setelah itu terdengar suara gemuruh, yang ternyata tebing di belakang rumah longsor," kata Ukon (40) seorang warga.

Beruntung, saat kejadian, warga di daerah itu telah mengungsi ke lokasi aman. "Alhamdulillah semua warga di sini selamat. Sebab sebelum longsor, warga mendapat peringatan dari pengurus RT un- tuk segera mengungsi," ujarnya.

Warga menuding, banjir bandang yang menimpa wilayah Cisarua akibat adanya pembangunan sejumlah vila liar di atas lahan konservasi di kawasan Puncak. "Bagaimana daerah kami tidak kebanjiran, lah wong sekarang hutan di puncak habis dibabat untuk vila," ujar dia.

Dari data sementara tercatat, selain rumah rusak, sejumlah fasilitas umum di dua desa itu seperti jalan, jembatan, dan MCK. "Untuk kerugiannya sendiri, kami belum bisa memperkirakan," kata Camat Cisarua Tutang Badrutaman. [126]


Last modified: 14/3/08