![]()
AP/Vincent Yu
Seorang murid diperiksa suhu tubuhnya di sekolah dasar di Hong Kong, Kamis (13/3), terkait dengan merebaknya wabah flu.
[HONG KONG] Otoritas Hong Kong, Kamis (13/3), berusaha menenangkan masyarakat yang tengah dilanda kekhawatiran merebaknya wabah flu, yang telah mengakibatkan empat anak meninggal dan diliburkannya pelajar sekolah. Keputusan pemerintah meliburkan sekolah merupakan yang pertama kalinya sejak wabah SARS (severe acute respiratory syndrome) pada 2003.
"Ini keputusan yang sulit, tapi kami menyadari jumlah yang terinfeksi terus bertambah," kata Menteri Kesehatan Hong Kong York Chow. Meninggalnya empat anak di Hong Kong telah mengembalikan ingatan masyarakat ketika SARS mewabah di Hong Kong pada 2003 dengan korban mencapai 300 orang.
Bocah berusia 7 tahun, Selasa (11/3), meninggal karena masalah pernafasan dan hasil tes menunjukkan positif menderita influenza A, akibat virus H1N1, yang juga ditemukan pada pemuda berusia 21 tahun, yang meninggal akhir Februari. Sedankan, dua anak lainnya yang meninggal kemudian, seorang di antaranya berusia tiga tahun, juga menderita influenza A.
Rabu (12/3), otoritas Hong Kong melaporkan merebaknya wabah flu di 23 sekolah, taman kanak-kanak, dan pusat penitipan anak, dengan sedikitnya 184 anak terserang flu. Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong, dalam laporannya bahkan menyebutkan hingga Kamis sedikitnya 305 orang telah terserang flu.
Namun, kata Chow, belum ada indikasi bahwa menyebarnya virus yang lebih mematikan daripada virus flu biasa, sehingga pemerintah telah memutuskan untuk tidak menginformasikan secara resmi pada Badan Kesehatan Dunia (WHO). [AFP/B-14]