SUARA PEMBARUAN DAILY

Kubu Konservatif Iran Dipastikan Menang Lagi

AFP/ATTA KENARE

Seorang wanita Iran berjalan melewati poster calon-calon anggota parlemen di barat laut Teheran, Kamis (13/3). Partai Konservatif diperkirakan akan memenangi pemilu hari ini.

[TEHERAN] Rakyat Iran berbondong-bondong mendatangi berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menentukan pilihan pada pemilu parlementer, Jumat (14/3).

Pemilu diselenggarakan setelah diskualifikasi terhadap ribuan kandidat reformis. Para reformis mengakui diskualifikasi yang dilakukan sebelum pemilu menyebabkan mereka hanya dapat memperebutkan separo dari kursi parlemen yang tersedia. Dengan demikian, kubu konservatif dipastikan akan kembali memegang kendali di parlemen.

Pemerintah Iran berharap rendahnya tingkat partisipasi dalam pemilu legislatif pada 2004 tidak akan terulang lagi kali ini. Pemerintah berharap pemilu ini dapat memberikan pesan kesatuan bangsa. "Rakyat Iran akan berpartisipasi lebih antusias dibanding sebelumnya, dan akan menghalangi berbagai rencana para penguasa dunia berwatak suka menggertak yang ingin menghancurkan sistem Islam," seru Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Kamis (13/3) dalam pesan sebelum pemilu.

Sejumlah pejabat tinggi dan media milik pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menggarisbawahi betapa pentingnya partisipasi yang sangat tinggi dalam pemilu guna memperlihatkan adanya kesatuan nasional di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat terkait program nuklir Iran.

Televisi milik pemerintah mengumandangkan musik patriotik dan rekaman gambar antrean panjang warga Iran pada pemilu sebelumnya. Televisi juga menayangkan wawancara dengan sejumlah tokoh Iran maupun warga yang semuanya menekankan pentingnya keikutsertaan warga.

Partai-partai juga dilarang memasang poster-poster berisi gambar kandidat mereka. Para politisi juga tampak menjauhkan diri dari kampanye yang secara eksplisit mengkritik kebijakan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Ia dituduh bertanggung jawab atas inflasi yang membubung tinggi serta memanas-manasi ketegangan soal nuklir.

Penentuan tanggal pemilu juga disambut kontroversi. Sebab, pemilu diselenggarakan hanya beberapa hari sebelum libur besar Tahun Baru Iran. Para reformis khawatir, keputusan itu dimaksudkan agar komplain apa pun terkait penghitungan suara dapat terlupakan karena setelah pemilu rakyat libur tahun baru.

Kubu konservatif sejauh ini terpecah menjadi dua bagian. Salah satunya adalah kubu konservatif yang kurang begitu antusias dengan kebijakan-kebijakan populis Ahmadinejad. Sedangkan, kubu reformis diwakili oleh koalisi yang dibentuk mantan Presiden Mohammad Khatami serta Partai Keyakinan Nasional (Etemad-e Melli) yang cenderung beraliran tengah di bawah pimpinan ulama ambisius, Mehdi Karroubi. [AFP/AP/E-9]


Last modified: 14/3/08