
Film: Vantage Point
Sutradara: Pete Travis
Penulis: Barry Levy
Pemain: Dennis Quaid, Matthew Fox, Forest Whitaker, Sigourney Weaver, William Hurt
Skenario: David Goyer, Jim Uhls, dan Simon Kinberg
Genre: Drama
Produksi: Sony Pictures
ang pasti, Barry Levy, sang penulis skenario mengajak para penonton untuk secara utuh menyaksikan film ini. Ibarat potongan puzzle, jika satu sama lainnya disatukan maka akan menghasilkan sebuah arti. Begitu juga sebaliknya. Jika ada sepotong puzzle yang hilang, tidak akan ada gambar yang utuh.
Yang menjadi sorotan utama dari film ini adalah penembakan Presiden AS, Ashton (William Hurt) di Plaza Mayor di Kota Salamanca, Spanyol, tepat pukul 12.00 siang. Dada sang presiden yang akan berpidato di atas podium saat pembukaan KTT Anti-Teroris antara Arab dan Barat, ditembus dua timah panas yang ditembakkan dari sebuah jendela di gedung yang letaknya di depan podium.
Meskipun peristiwa penembakan itu menjadi sorotan utama, cerita utuh justru terletak pada delapan adegan yang menggambarkan sudut pandang yang berbeda. Namun, apabila kedelapan adegan itu disatukan, maka akan menghadirkan sebuah cerita utuh yang membuat orang akan mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada peristiwa penembakan terhadap sang presiden tersebut. Dari potongan adegan tersebut, perkara sesungguhnya saat peristiwa terjadi hanya diketahui oleh si pelaku itu sendiri.
Cerita diawali ketika iring-iringan mobil Presiden AS menuju ke Plaza Mayor. Suasana Kota Salamanca siang hari itu begitu cerah. Bangunan-bangunan kuno menambah suasana kota begitu hangat dan juga eksotis.
Sementara suasana di Plaza Mayor yang sudah dipadati oleh puluhan ribu orang, digambarkan sebagai tempat semacam amphiteatre, tempat yang penuh dengan barang-barang budaya. Tidak ada yang menyangka kalau tempat ini menjadi tempat yang mengerikan bagi orang-orang yang ingin menyaksikan sejarah, yaitu bersatunya Arab dan Barat untuk memberantas terorisme.
Suasana yang tadinya kondusif sebagaimana yang dilaporkan oleh reporter jaringan televisi GNN (Global Network News), Angie Jones (Zoe Saldana), menjadi kacau balau begitu terjadi penembakan terhadap Presiden AS. Bahkan, Angie yang sebelumnya sempat bercanda dengan sang produser berita GNN, Rex Brooks (Sigourney Weaver), tewas karena ledakan bom yang dilemparkan seorang teroris perempuan ke atas podium.
Kesibukan Rex Brooks dalam menempatkan kamera pertama hingga ketujuh oleh krunya agar memperoleh gambar Presiden AS serta suasana Plaza Mayor dari semua sisi, menjadi cerita pertama. Cerita pertama diperkuat oleh penembakan terhadap Presiden AS hingga peledakan bom di Plaza Mayor.

Cerita Sebelum Kejadian
Pengulangan cerita-cerita sebelum penembakan diawali (cerita kedua) dengan kegiatan seorang agen secret service yang disewa Presiden AS, Thomas Barnes (Dennis Quaid). Dua puluh tiga (23) menit sebelum rombongan presiden bertolak menuju Plaza Mayor, Barnes begitu resah. Pikiran Barnes menerawang dengan peristiwa percobaan penembakan Presiden AS sebelumnya, saat itu dia juga bertugas sebagai pengawal presiden.
Adegan ketiga sebelum penembakan menceritakan mengenai seorang polisi Spanyol, Enrique (Eduardo Noriega) yang semula dituduh sebagai salah satu jaringan teroris dalam kasus penembakan Presiden AS di Plaza Mayor.
Sementara adegan ketiga menceritakan mengenai seorang turis asal AS, Howard Lewis (Forest Whitaker) yang selalu mengabadikan suasana kota dengan handycam-nya. Rekaman gambar pada handycam Lewis ternyata menjadi salah satu bukti untuk menguak runtunan peristiwa penembakan tersebut.
Adegan kelima menceritakan mengenai aktivitas Presiden Ashton di sebuah kamar di lantai tujuh Hotel Viseta, Salamanca. Dari sini hanya terungkap bahwa yang ditembak di mimbar Plaza Mayor adalah saudara kembar Presiden Ashton, karena sebelumnya penasihat presiden sudah mendengar informasi dari Badan Intelijen AS (NSA) mengenai adanya ancaman terhadap keselamatan sang presiden.
Hingga adegan kelima tersebut, masih belum cukup kuat dijadikan reverensi untuk mengerti alur cerita dalam film Vantage Point ini. Akan tetapi, setelah adegan keenam yang menggambarkan begitu rapihnya kerja para teroris untuk mengalihkan perhatian banyak orang termasuk para pengawal Presiden AS, baik di Plaza Mayor maupun di Hotel Viseta, barulah mulai terkuak dalang di balik semuanya ini.
Hanya dengan telepon genggam, para teroris mengatur semua rencananya begitu sempurna. Akan tetapi, kesempurnaan sebuah rencana, ternyata terbongkar juga oleh ketidaksengajaan dari sebuah peristiwa yang dilakukan beberapa orang yang sebelumnya tidak tahu bakal ada kejadian yang mengerikan ini.
Salah seorang sahabat Barnes, yang juga seorang agen secret service Presiden AS, Kent Taylor (Matthew Fox), menjadi dalang dari semuanya ini karena dialah sang pengkhianat yang membongkar seluruh rahasia aktivitas presiden saat berkunjung ke Salamanca. Kedok Taylor diketahui oleh Barnes saat dia menyamar sebagai polisi Spanyol melalui tayangan ulang yang terekam kamera televisi GNN.
Aksi kejar-kejaran dengan mobil yang dikendarai Taylor dengan Barnes di jalan yang padat hingga berhasilnya Barnes menyelamatkan Presiden Ashton yang diculik teroris lainnya di sebuah mobil ambulans, menjadi adegan kedelapan atau akhir dari cerita film Vantage Point. [SP/Ferry Kodrat]