SUARA PEMBARUAN DAILY

Harga Emas Perhiasan Naik Tajam

[JAKARTA] Harga minyak mentah dan harga emas di pasar dunia yang meroket sejak Kamis (13/3) langsung berpengaruh pada hara emas perhiasan di beberapa pasar di Jakarta, Jumat (14/3).

Di Toko Sen Poh, di Pasar Regional Jatinegara, emas kuning dijual Rp 235.000/gram untuk 23 karat dari sebelumnya rata-rata Rp 200.000/gram Di Toko Mas Aneka Model, semula untuk emas kuning 23 karat dijual Rp 180.000 melonjak menjadi Rp 240.000/gram, untuk emas kuning 24 karat dari Rp 260.000 menjadi 280.000/gram, sedangkan emas 22 karat Rp 130.000/gram.

"Saya barusan dapat telephon, emas 24 karat akan menjadi naik 295.000," ungkap Edi, pemilik Toko Aneka Model. Kenaikan ini dimulai semenjak Tahun Baru, namun harga tertinggi terjadi mulai hari ini.

Minyak Goreng

Sementara itu, harga minyak curah mulai turun di beberapa pasar, menjadi rata-rata Rp 14.000/ kg. Penurunan ini terjadi dua hari yang lalu.

Sementara untuk minyak kemasan harga tetap stabil, misalnya untuk minyak Bimoli, Filma dan Tropika seharga Rp 24.000/ kg. Toko Koperasi sebagai toko grosir minyak terbesar di Pasar Jatinegara sampai saat ini masih kehabisan stok dari distributor.

Di Pasar Kramat Jati, harga minyak curah juga turun menjadi 13.000-14.000/ kg. "Penurunan ini terjadi sejak dua hari yang lalu," kata pemilik toko Kembar Putri, Kramat Jati. Sedangkan untuk minyak kemasan tidak mengalami kenaikan, yaitu Tropika Rp 25.000/ 2 liter.

Sementara itu, operasi pasar (OP) minyak goreng bersubsidi di Kecamatan Koto Tangah dan Kecamatan Nanggalo, Padang, Sumatera Barat, Kamis (13/3), berlangsung heboh dan nyaris ricuh. Beberapa warga keluarga miskin (gakin) di dua kecamatan itu terpaksa gigit jari dengan hati kecewa kembali pulang ke rumah dikarenakan tidak mengantongi kupon minyak goreng yang harus ditukarkan saat mengambil minyak goreng.

Menanggapi persoalan ini, Camat Koto Tangah, Drs Al Amin mengatakan, OP yang digelar di halaman kantornya hanya menyalurkan 1.500 kupon untuk enam kelurahan. Pendistribusiannya dibagi berdasarkan proporsional, sehingga kupon dibagikan tidak sama banyak di masing-masing kelurahan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara (Disperindag Sumut) akan menyalurkan minyak goreng bersubsidi senilai Rp 24 miliar. Penyaluran dibagi dalam enam tahap, setiap tahap disalurkan minyak goreng senilai Rp 4 miliar. "Pelaksanaan penyaluran akan ditangani langsung oleh pemerintah tingkat dua. Kami hanya sebagai fasilitator dan mengkoordinatori penyaluran tersebut. Kita akan tetap melakukan pengawasan," ujar Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri, Provinsi Sumut, M Elly Silalahi. [BO/AHS/151/N-6]


Last modified: 14/3/08