
[FRANKFURT] Di tengah ketidakpastian di pasar keuangan, kondisi ekonomi saat ini dinilai masih cukup baik bagi Lufthansa untuk tetap bisa meningkatkan keuntungan dari penjualan jasa transportasi udara tahun 2008 hingga 2009 mendatang.
"Secara mendasar, tidak ada perubahan apa pun terkait dengan kondisi perusahaan atau kebutuhan untuk penggunaan jasa penerbangan," kata CEO Lufthansa, Wolfgang Mayrhuber dalam pernyataan tertulisanya, Rabu (12/3), di Frankfurt, Jerman. Wolfgang mengatakan, tahun 2006, keuntungan perusahaan itu hanya mencapai 803 juta euro, namun maskapai itu mampu meningkatkan dividen bagi para investor sampai 79 persen menjadi 1,25 euro.
Rekor Tertinggi
Pada 2007, keuntungan bersih perusahaan itu mencapai rekor tertinggi, senilai 1,66 miliar euro atau US$ 2,25 miliar. Keuntungan operasional Januari-31 Desember 2007 juga merupakan rekor tertinggi, naik dari 845 euro menjadi 1,378 miliar euro. Rekor yang dicapai tahun 2007 itu ternyata melampaui target yang ditetapkan tahun lalu, yang hanya 1,3 miliar euro.
"Ini adalah catatan yang sangat berharga bagi kami. Saat harga bahan bakar begitu tinggi, keuntungan juga mencapai rekor tertinggi. Padahal, pasar finansial penuh dengan ketidakpastian dan kompetisi semakin berat di banding sebelumnya," kata Mayrhuber.
Semua unit katanya, ikut mengontribusikan keuntungan, termasuk anak perusahaan di Swiss, yang sudah sejak Juli tahun ini, masuk dalam manajemen yang terkoordinasi oleh Lufthansa. Perusahaan Swiss itu membukukan keuntungan 571 juta Swiss Francs (361 juta euro, atau US$ 555 juta). Angka ini ternyata dua kali lipat lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Hari Rabu (12/3) lalu, Lufthansa menegaskan, penjualan total naik 13 persen menjadi 22,42 miliar euro tahun lalu. Di sisi lain, perusahaan Jerman itu menginvestasikan dana lebih dari 1,1 miliar euro untuk pengadaan pesawat terbang baru tahun 2007.
Dari nilai itu, 19 persen di antaranya diperuntukkan bagi Jet Blue, maskapai penerbangan di AS yang dikuasai Lufthansa. Investasi di Jet Blue itu menjadikan Lufthansa sebagai perusahaan Eropa pertama yang beroperasi di AS, sebagai dampak positif perjanjian open skies dengan Amerika Serikat. [AFP/CAN/E-4]