[JAKARTA] Bantul Yuso Tomkins dan Pemkab Jember akan bertanding ulang menyusul dibatalkannya keputusan dewan hakim yang memenangkan Yuso Tomkins dalam lanjutan Sampoerna Hijau Voli Proliga 2008 di GOR Pangukan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (9/3) lalu. Kedua tim akan kembali bertemu di GOR Pajajaran, Bogor, Minggu (16/3) pukul 20.00 WIB. Keputusan itu diambil panitia Proliga setelah mengadakan rapat dengan kedua tim dan dewan hakim, Selasa (12/3) di kantor PP PBVSI, Jakarta.
"Kita tidak mencari kesalahan tetapi mencari solusi. Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan pertandingan ulang dalam posisi 0-0. Kita sudah melakukan koordinasi dengan dewan hakim. Bahwa kedua belah pihak melakukan kesalahan. Pembatalan itu demi kebersamaan kita bersama," kata Direktur Proliga, Hanny Surkatty.
Pertandingan itu dihentikan pada set ketiga ketika kedudukan 28-27 untuk Pemkab karena terjadi keributan. Awal dari kericuhan tersebut, adalah ketika smes pemain Yuso Andri Widiatmoko dinyatakan masuk oleh hakim garis pada kedudukan 27-28 set ketiga. Namun, para pemain Pemkab menganggap bola itu keluar. Mereka pun memprotes wasit Purdianto.
Saat masih terjadi protes, pemain Yuso, Sodikin melakukan servis, padahal wasit belum meniup peluit. Bola servis itu jatuh ke Hadi Esmanto. Pemain senior ini emosi dan menendang bola itu ke arah penonton. Penonton pun marah dan melempar botol minuman ke arah Hadi. Maka, terjadilah keributan hingga pertandingan dihentikan hampir dua jam. Akhirnya, dewan hakim memutuskan pertandingan dilanjutkan pada posisi 27-28.
Hadi yang menendang bola ke arah penonton akhirnya dijatuhi kartu kuning. Dengan kartu kuning, maka lawan mendapat satu poin (28-28). Oleh Pemkab, keputusan itu dianggap membela tuan rumah sehingga mereka tidak mau main kembali. Hingga panggilan ketiga, Pemkab enggan masuk lapangan sehingga kemenangan dinyatakan milik tuan rumah.
"Lupakan semua itu. Mari kita lihat ke depan. Kita ingin solusi terbaik, kita tidak mempersoalkan masalah itu lagi. Jember menerima dengan ikhlas keputusan ini. Semua pihak sudah minta dan memberikan maaf," kata Manajer Pemkab, Widi Prasetyo."Kami berharap di masa mendatang kejadian seperti ini tidak akan terulang. Biarlah ini menjadi pelajaran kita sehingga voli Indonesia semakin maju".
Pelatih Yuso, Putut Marhaento, pertandingan ulang itu tidak lazim. Namun, pihaknya juga sepakat melakukan pertandingan ulang. [ATW/W-11]