SUARA PEMBARUAN DAILY

20 Pemain Asing Dilarang Tampil di Liga Super

[JAKARTA] Sebanyak 20 pemain asing dilarang tampil di kompetisi Liga Super 2008 dan Divisi Utama, setelah tidak lolos verifikasi yang dilakukan PSSI. Induk sepakbola Indonesia itu melarang dengan tegas kepada klub-klub untuk tidak mengontrak mereka.

Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Hamka B Kadi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/3), menjelaskan, semua pemain asing yang bakal turun di Liga Super dan Divisi Utama harus sesuai dengan strata kompetisi yang ditentukan Badan Liga Indonesia (BLI).

"PSSI melarang dengan tegas kepada klub-klub untuk tidak mengontrak mereka. Ini sudah aturan sehingga tidak boleh dilanggar," kata Hamka didampingi Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono dan Direktur Alih Status dan Transfer PSSI Max Boboy.

Menurut Joko, pemain-pemain tersebut bisa saja kembali merumput di Indonesia asalkan para pemain asing tersebut harus bermain minimal selama satu musim dan mengikuti 75 persen pertandingan di klub luar negeri.

"Seandainya mereka sekarang pindah ke kompetisi Super Liga Malaysia, mereka tetap tidak bisa bermain musim ini karena tidak memenuhi persyaratan yang ada di manual," ujarnya.

Beberapa pemain yang di dalam daftar hitam, antara lain Gustavo Chena (Argentina- PSMS Medan), James Koko Lomell (Liberia-PSMS Medan), dan tiga pemain asal Brasil Cristiano Barbosa (Persikabo Kab Bogor), Vagner Marins (Pelita Jaya Purwakarta), Jaldecir Dos Santos (Persik Kediri).

Selain mengeluarkan nama-nama pemain asing yang dilarang bermain di Indonesia, PSSI juga mengumumkan 46 nama pemain asing yang dihimbau untuk tidak dikontrak oleh klub-klub peserta Liga Super dan Divisi Utama (tidak direkomendasikan).

Empat Kriteria

Ditambahkan, ada empat kriteria yang menyebabkan para pemain asing ini masuk dalam kategori tidak direkomendasikan. Kriteria pertama adalah pemain selama kompetisi musim lalu pernah menyerang wasit. Kedua, bertingkah laku tidak sportif seperti melakukan protes berlebihan dan melakukan provokasi. Ketiga adalah pemain asing tersebut pernah terlibat perkelahian selama kompetisi musim lalu. Terakhir adalah pemain melanggar kepatutan kontrak.

Ia menambahkan, ke-46 pemain ini tidak dimasukkan ke dalam kategori pertama yaitu dilarang bermain di Indonesia karena pihaknya tidak bisa melampaui wewenang badan peradilan PSSI. "Kami tidak melarang klub-klub kalau tetap ingin mengontrak mereka. Namun, kami ingatkan kalau para pemain tersebut masuk dalam kategori risiko tinggi. Seandainya melakukan pelanggaran, para pemain itu dipastikan mendapat hukuman yang lebih berat," ujar Joko.

Para pemain itu, antara lain Murphy Komunple (Liberia-PSMS Medan), Carlos Renato Elias (Brasil-Sriwijaya FC Palembang), Evgeny Khamaruk (Moldova-Persija Jakarta), Ruben Cecco (Argentina-Persija Jakarta), dan Pasafa Mustapha Sama (Sierra Leone-Persija Jakarta).

Lebih jauh Joko mengatakan, ada empat pemain asing yang statusnya tengah dibekukan. [W-11]


Last modified: 12/3/08