[MEDAN] Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Medan, Sumatera Utara (Sumut) memastikan penyebab kebakaran pipa penyaluran bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina Pemasaran BBM Retail Region I di Belawan, Sumut, akibat dari pencurian BBM dengan cara pengeboran pipa.
Kapoltabes Medan, Kombes Pol Bambang Sukamto mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan, Selasa (11/3) malam. Dalam kasus ini, polisi telah menahan seorang tersangka pencurian BBM melalui pipa pertamina. Selain itu, ada lima lagi yang buron.
"Ada seorang yang sudah ditahan. Pelaku bermarga Siregar, sementara rekan-rekannya masih dikejar. Kalau empat nelayan yang diperiksa sudah dipulangkan setelah selesai dimintai keterangan. Belum ditemukan keterlibatan mereka," katanya.
Siregar mempunyai peranan sebagai penjual BBM hasil dari kejahatan lima orang rekannya. Kelima rekan Siregar tersebut diduga kuat yang melubangi pipa distribusi minyak milik pertamina. Para pelaku tinggal tidak jauh dari kawasan itu, katanya.
Sementara laporan dari masyarakat, pencurian BBM lewat pengeboran pipa pertamina dilakukan pelaku, ada keterlibatan oknum aparat. Para pelaku beraksi karena merasa dilindungi oleh oknum aparat. Masyarakat meminta polisi berani bersikap tegas.
"Bila polisi fair, tangkap itu oknum aparat yang terlibat pencurian BBM melalui pipa pertamina. Keterlibatan oknum aparat sudah bukan menjadi rahasia umum lagi," ujar Sanusi (45), warga Belawan. Laporan polisi, keterlibatan oknum aparat belum ditemukan.
Sering Terjadi
Asisten Manager Hubungan Eksternal PT Pertamina Pemasaran BBM Retail Region I, Fitri Erika menyebutkan, pipa distribusi BBM yang terbakar sudah dapat dioperasionalkan kembali. Dia mengakui, pencurian minyak melalui pipa sering terjadi.
"Masyarakat tidak perlu panik. Pipa yang terbakar sudah diperbaiki. Lagi pula stok BBM di daerah ini masih mencukupi. Stok BBM yang ada sebanyak 16.000 kiloliter.
"Jadi mencukupi untuk disalurkan di daerah ini. Belum lagi ditambah 7.000 kiloliter yang sempat tersalurkan oleh kapal Dokomo, sesaat sebelum kejadian kebakaran tersebut," jelasnya.
Kasus ini sudah berulangkali terjadi dan ditangani polisi. Pengawasan akan ditingkatkan lagi, agar pencurian minyak tidak terjadi," katanya. [AHS/M-11]