SUARA PEMBARUAN DAILY

BRR Didemo Korban Tsunami

Ratusan warga korban tsunami dari sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Pidie, berunjuk rasa di kantor Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias di Banda Aceh Selasa (11/3). Pendemo menuntut BRR segera membangun rumah korban dan tidak hanya mengobral janji. Jangan hanya membangun rumah untuk orang kaya. SP/Muhammad Hamzah

[BANDA ACEH] Sekitar 100 korban tsunami yang berasal dari Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Selasa (11/3), berunjuk rasa ke kantor pusat Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias. Mereka menuntut BRR segera membangun rumah korban dan minta BRR tidak diskriminatif dalam penyaluran bantuan dana rehabilitasi rumah bagi korban tsunami di luar Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ramlah (48), asal Tringgadeng Pidie mengaku, tiga anak dan suaminya tewas pada saat tsunami, namun hingga saat ini belum dapat bantuan rumah. Dia harus tinggal di tempat penampungan sementara, sedangkan banyak warga di daerahnya malah ada yang sudah mendapat rumah bantuan lebih dari satu.

"Apa karena mereka orang kaya sehingga BRR dan lembaga donor membantu mereka, sedangkan kami yang miskin harus terus hidup sengsara," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Sulaiman (50), korban tsunami asal Laweung yang menyebut BRR diskriminatif. Banyak korban yang mesti dibantu, tetapi dibiarkan. Dana besar di BRR sudah dikorupsi, ini harus diusut.

Para pengunjuk rasa yang datang dari Pidie dengan menggunakan truk bak terbuka, saat berunjuk rasa juga mengusung sejumlah poster yang isinya menghujat BRR.

Mereka sengaja datang ke Banda Aceh selain meminta percepatan pembangunan kembali rumah yang hancur akibat tsunami, juga menuntut agar BRR tidak diskriminatif dalam menyalurkan dana rehabilitasi rumah korban.

Seusai melakukan orasi sekitar dua jam, pengunjuk rasa diterima Bambang dari Kedeputian Perumahan dan Permukiman dan tim Verifikasi dan Penertiban Rumah BRR. Dalam dialog dengan pihak BRR, ibu-ibu terlihat menitikkan air mata saat menyampaikan keluhan.

Yusdawati, korban tsunami asal Keude Panteraja mengatakan, kedatangan mereka ke BRR untuk mempertanyakan besaran dana rehabilitasi rumah yang rusak akibat gempa dan tsunami yang melanda Aceh tiga tahun lalu.

Terhadap keluhan korban tsunami tersebut, pihak BRR akan melaporkan kepada Ketua BRR, yang saat ini sedang berada di luar daerah. [147]


Last modified: 12/3/08