[TANGERANG] Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang siap menggelar operasi minyak goreng dengan sasaran kelompok rumah tangga miskin (RTM). Untuk operasi ini Pemkab Tangerang memerlukan dana Rp 1,25 miliar.
"Operasi pasar dilakukan untuk menekan tingginya harga minyak goreng yang terjadi sejak beberapa hari terakhir," kata Kasi Pengadaan Barang dan Pemantauan Harga, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pariwisata (Disperindagkopar), Kabupaten Tangerang Bambang Dewanto kepada wartawan Selasa (11/3).
Menurut dia, hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, sedikitnya ada 254.485 RTM yang akan menjadi sasaran operasi pasar minyak goreng. Adapun sumber dana untuk kegiatan operasi pasar ini berasal dari pemerintah pusat berdasarkan pengajuan angka RTM. "Setelah kita hitung-hitung, berdasarkan jumlah RTM yang kita ajukan, kebutuhan untuk operasi pasar ini sekitar Rp 1,25 miliar," kata Bambang Dewanto.
Besaran angka itu, lanjut dia, berasal dari besaran subsidi dalam operasi pasar yakni Rp 2.500 per kilogram. Sedangkan setiap RTM akan mendapat jatah dua kilogram minyak goreng.
Lebih lanjut dijelaskan, rencana operasi pasar akan dibagi dalam tiga zona, yaitu zona barat, utara, dan selatan. Pembagian zona tersebut bertujuan agar minyak goreng bersubsidi mudah terjangkau oleh masyarakat. Adapun mengenai waktu dan lokasinya diserahkan kepada kecamatan dan kelurahan.
"Siapa yang paling siap, itu yang akan kita gelar. Khusus untuk lokasi, yang jelas harus berada di permukiman agar masyarakat tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk menuju ke lokasi OP migor," tegasnya.
Tepat Sasaran
Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Arif Wahyudi meminta Pemkab Tangerang bisa menjamin operasi pasar minyak goreng ini tepat sasaran. "Jangan sampai jatuh ke tangan orang yang tidak berhak," katanya.
Menurut dia, operasi pasar sifatnya menurunkan harga sehingga harus diawasi dengan ketat. Selain itu, kegiatannya diupayakan jauh dari pasar karena dikhawatirkan bukan dibeli oleh masyarakat yang berhak. Di sejumlah pasar tradisional, harga minyak goreng curah masih bertahan pada harga Rp 15.000 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku senang dengan kebijakan Pemkab yang akan menggelar operasi minyak goreng. "Susah Mbak, sekarang ini beli apa saja mahal. Minyak goreng juga gitu," kata Wati, ibu rumah tangga yang tinggal di Pamulang.
Mamat, pedagang gorengan, juga mengaku senang kalau pemerintah mau memperhatikan rakyat kecil. "Kami ini hidup pas-pasan, berjualan gorengan seperti ini. Kalau harga minyak goreng terus naik, kami akan bangkrut," katanya. [132]