[BEIJING] Pemerintah Tiongkok mengumumkan reshuffle kabinet, dengan dibentuknya lima kementerian utama baru, dalam upaya perampingan birokrasi dan memerangi korupsi. Sekjen Kabinet Hua Jianmin mengatakan pada parlemen, perubahan itu dibutuhkan untuk membuat pemerintahan lebih efisien dan membatasi terjadi penyalahgunaan kekuasaan.
"Administrasi dan pelayanan publik masih lemah. Fenomena penyalahgunaan jabatan, penyalahgunaan kekuasaan untuk meraih keuntungan pribadi, dan korupsi masih terjadi," katanya, Selasa (11/3). Ia menjelaskan, tumpang tindihnya tanggung jawab dan rendahnya efisiensi dalam tubuh birokrasi merupakan persoalan yang serius.
Lima kementerian baru, antara lain Kementerian Industri dan Informasi, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Keamanan Sosial, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Kementerian Transportasi. Sementara Kementerian Kesehatan, ditingkatkan kewenangannya dengan penambahan tugas pengawasan makanan, serta keamanan obat-obatan.
Badan Energi Nasional, juga ditingkatkan kewenangannya untuk mengawasi kebijakan energi di semua kementerian. Untuk peningkatan kebijakan ekonomi makro, Pemerintah Tiongkok membentuk badan yang akan mengkoordinasikan Bank Sentral, Kementerian Keuangan, dan Badan Perencanaan Ekonomi. Di bawah sistem yang baru, akan ada 27 kementerian dan komisi atau berkurang satu dibanding sebelumnya.
Direktur Kampanye Greenpeace, Lo Sze Ping mengatakan, pembentukan Kementerian Lingkungan Hidup merupakan tanda bahwa persoalan lingkungan hidup telah menjadi perhatian Pemerintah Tiongkok. "Kami harap promosi itu akan membuat kementerian baru itu memiliki kekuatan untuk membuat regulasi di bidang lingkungan hidup," kata Sze Ping.
Hua mengatakan, perlindungan lingkungan hidup telah menjadi kebijakan dasar Pemerintah Tiongkok, yang terkait dengan pembangunan nasional. Sementara keputusan menempatkan persoalan makanan dan keamanan obat-obatan di bawah Kementerian Kesehatan, merupakan bagian dari upaya Tiongkok mengembalikan reputasi yang jatuh akibat beberapa skandal yang terjadi di dalam dan luar negeri.
Mantan Kepala Departemen Makanan dan Obat-obatan, Zheng Xiaoyu, dieksekusi pada 2007, dengan tuduhan penggelapan, dengan menyetujui ratusan jenis obat-obatan, yang sebagian terbukti berbahaya. [AFP/B-14]