SUARA PEMBARUAN DAILY

Komandan Pasukan AS di Timur Tengah Mundur

AP - Laksamana William Fallon

[WASHINGTON] Komandan Pasukan Amerika Serikat (AS) di wilayah Timur Tengah Laksamana William Fallon mengundurkan diri, Selasa (11/3). Pengunduran diri itu dilakukan setelah ia merasa perbedaan pendapat antara dirinya dan pemerintah soal Iran menimbulkan situasi yang memalukan. "Laporan bahwa saya berbeda pendapat dengan Presiden George W Bush soal Iran telah menjadi gangguan," ujarnya.

Sebuah artikel di majalah Esquire menyebutkan Fallon menentang pengerahan kekerasan untuk menyelesaikan sengketa nuklir Iran. Menteri Pertahanan AS Robert Gates yang telah menerima pengunduran diri Fallon dengan keengganan dan penyesalan, menyatakan ada kesalahpahaman mengenai Fallon telah berselisih dengan pemerintah mengenai Iran. "Tidak ada perbedaan signifikan antara Fallon dan pemerintah," tegas Gates.

Penulis Esquire, Thomas Barnett, menggambarkan Fallon sebagai "Figur di antara Perang dan Damai" mengacu kepada sikapnya yang tenang terhadap Iran di saat Gedung Putih berhasrat untuk perang. "Pengamat mengatakan, tidak mengejutkan jika Fallon dibebastugaskan sebelum masa dinasnya berakhir," tulis Thomas dalam artikelnya.

Ia memperkirakan jika Fallon dibebastugaskan mungkin itu berarti presiden dan wakil presiden bermaksud mengambil tindakan militer terhadap Iran sebelum akhir 2008, dan tidak ingin seorang pemimpin pasukan menghalangi keputusan mereka.

"Itu konyol," timpal Gates mengenai pandangan bahwa penyingkiran Fallon merupakan sinyal bahwa AS tengah mempersiapkan perang terhadap Iran.

Sementara Presiden AS George W Bush, pada pernyataan resminya memuji Fallon atas 40 tahun masa dinasnya di militer AS. "Fallon telah berbakti bagi negara dengan penuh kehormatan, kerja keras, dan komitmen," katanya. Namun Bush tidak menyebut mengenai persoalan terkait pengunduran diri Fallon, yang dimuat majalah Esquire.

Kelompok Demokrat AS menuding Fallon dipaksa mengundurkan diri atas keterusterangannya. Senator AS Harry Reid, mengatakan pengunduran diri Fallon mencerminkan bahwa kebebasan berbicara, kejujuran, memberi pendapat tidak diterima di tengah pemerintahan saat ini.

Letjen Martin Dempsey, orang nomor dua setelah Fallon di Komando Pusat AS, disebut bakal menggantikan Fallon. [AFP/B-14]


Last modified: 12/3/08