SUARA PEMBARUAN DAILY

"Ayat-ayat Cinta" Sukses di Padang

- Ditonton 1,9 Juta Orang dalam Dua Minggu

md entertainmentFilm ÒAyat-ayat CintaÓ.

[PADANG] Film Ayat-ayat Cinta (AAC) yang mulai tayang sejak 28 Februari 2008 menghidupkan bioskop di Kota Padang. Bioskop Raya Teathre Padang, misalnya, selama 12 hari penayangan film yang diangkat dari novel karya Habiburrahman El Shirazy itu mampu meraup penonton maksimal pada setiap pemutarannya.

Pemilik Bioskop Raya Teathre, Heni mengatakan dari beberapa film yang ditayangkan, AAC memiliki rating penonton terbanyak. Bila film lain dalam empat kali pemutaran paling banyak hanya ditonton 100 orang, maka AAC dalam empat kali pemutaran telah ditonton 600 orang. Kapasitas tempat duduk untuk satu teater maksimal 100 orang.

Selama penayangan film Ayat-ayat Cinta untuk pemutaran pertama pukul 13.00 WIB dan pukul 15.00 WIB, rata-rata kursi terisi penuh. Hanya pada pukul 17.00 WIB yang sedikit kurang," kata Heni kepada SP Senin (10/3) di Padang.

Dikatakan, pihaknya tidak bisa membuka dua hole dalam menayangkan film tersebut, karena terikat dengan produser-produser film lain. Untuk memenuhi kuota dari produser film AAC yang menginginkan dua hole, maka Heni mengusulkan bioskop lain, Karya Theatre memutar film itu pada tanggal yang sama.

"Kami pengusaha bioskop tentu tidak ingin hubungan yang dijalin dengan produser-produser film lain putus. Kalau ketiga hole kami putar film Ayat-ayat Cinta, tentu produser film-film lain bisa ngambek dan tidak mau memasukkan film mereka dalam booking-an kami. Sedangkan kami dalam satu bulan butuh 13 judul film untuk diputar," katanya.

Dijelaskan, saat ini film-film Indonesia yang bercerita tentang percintaan remaja sangat diminati. Heni yakin jika sineas-sineas Indonesia mampu menghasilkan film-film berkualitas, maka gedung-gedung bioskop akan tumbuh lagi. Berdasarkan pengamatan SP, kebanyakan penonton AAC adalah anak-anak muda, mulai dari pelajar SMP, SMA, mahasiswa, serta para pegawai dari instansi yang ada di Kota Padang. Ada yang datang menonton secara berkelompok, berpasang-pasangan, serta bersama keluarga.

Welly, karyawan swasta satu perusahaan di Kota Padang sebelum menonton film AAC kepada SP mengatakan, dia tertarik menonton AAC karena terpengaruh cerita teman-temannya.

"Rencananya saya mau nonton hari Minggu. Namun karena antrean beli karcisnya panjang, saya urungkan saja niat untuk nonton. Baru ada kesempatan sekarang nonton, itu pun malam habis kerja," katanya. Penonton lain, Rahman mengatakan film AAC berbeda dengan film lain. Ada nilai-nilai baik dalam film ini yang bisa dijadikan pelajaran.

Rekor Penonton

Film karya Hanung Bramantyo, Ayat-Ayat Cinta memang mendapat respons positif para penonton di banyak daerah. Hingga Selasa (11/3), jumlah penonton yang berhasil dihimpun mencapai 1,9 juta orang. Angka ini hampir menyusul rekor film Eiffel I'm In Love yang diklaim ditonton oleh 2,5 juta orang.

Musli Wijaya dari MD Pictures, perusahaan pembuat film itu, menyebutkan di berbagai kota film ini mendapat sambutan yang meriah. Bahkan untuk bioskop-bioskop tertentu film ini di putar pada dua layar.

"Kami menyediakan 101 kopi untuk penyebaran distribusi di seluruh Indonesia. Tapi ternyata itu masih kurang. Animo penonton sangat besar. Kami belum ada rencana untuk membuat kopi untuk yang bioskop lain," ujarnya kepada SP, Rabu (12/3) pagi.

Di sisi lain, film Ayat-ayat Cinta memang bukan hanya menarik perhatian para penggemar film saja. Segmen yang lebih luas direbut berkat promosi dari mulut ke mulut.

Fenomena kesuksesan AAC juga terjadi di Jakarta. Sejumlah aktivis partai politik dan rombongan pengajian bahkan mengadakan acara nonton bersama. [BO/K-11/N-4]


Last modified: 12/3/08