SUARA PEMBARUAN DAILY

Tamara Bleszynski Main Film Produksi Malaysia

Œsp/yc kurniantoroTamara Bleszynski

Tamara Bleszynski akan bermain dalam sekuel film layar lebar Cicakman 2-Planet Hitam. Film yang akan diputar di Indonesia dan Malaysia ini diproduksi KRU, sebuah perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang hiburan.

Tamara yang memerankan tokoh antagonis, Lady Butterfly mengaku sangat bangga karena dirinya dipercaya ikut terlibat dalam film karya sutradara negeri jiran tersebut. Apalagi lewat film ini ia dapat beradu akting dengan sejumlah pemain film Malaysia.

"Tentu ini kesempatan yang membanggakan. Dalam film ini, aku berperan sebagai penjahat," katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Lima belas tahun yang lalu KRU dikenal di Indonesia sebagai boy band asal Malaysia. Kali ini tiga bersaudara, Norman Abdul Halim, Yusri Abdul Halim, dan Edry Abdul Halim kembali hadir sebagai pengusaha di bidang hiburan, dengan membawa "bendera" KRU Indonesia.

"Terakhir kami mengeluarkan album di Indonesia sekitar tahun 1996-1997, berjudul The Way We Jam," kata Norman.

Norman mengatakan, Tamara terpilih memerankan tokoh Lady Butterfly melalui casting. Selain Tamara, film yang disutradarai Yusri Abdul Halim ini pun akan melibatkan Melly Goeslaw dan Dhani Dewa.

"Yusri akan berduet dengan Melly Goeslaw dalam lagu berjudul Dibius Cinta, karya Melly. Lagu ini akan menjadi soundtrack film Cicakman 2. Selain Melly, Dewa 19 juga akan mengisi soundtrack film ini. Dhani telah setuju untuk membuatkan lagu baru bagi film ini," ungkapnya.

Norman pun berharap dengan dilibatkannya artis dan sejumlah musisi Indonesia, maka film tersebut akan menuai sukses di bioskop-bioskop Indonesia.

Menurut Norman, kehadiran KRU di Indonesia bertujuan mencari bakat baru yang ada di Indonesia, dan meluaskan lagi produk-produk KRU ke pasar internasional.

"Di bidang musik, saat ini kami telah memiliki artis dari Indonesia, seperti band Syuga, vokal grup The Lima, Mendua, dan Pianka," ujarnya.

Norman menjelaskan, ketiga grup vokal asal Bandung tersebut, ditemukan KRU lewat ajang pencarian bakat acara reality show yang digelar stasiun televisi TPI dan TV 3 Malaysia bertajuk Gangstarz.

Norman mengatakan, album perdana grup vokal The Lima yang menjadi juara pertama, dan menyabet hadiah uang US$ 100.000 atau hampir Rp 1 miliar akan segera beredar di Malaysia dan Indonesia.

"Sementara single perdana Mendua yang berjudul Hampir Ke Situ telah dijadikan soundtrack film layar lebar terbaru produksi KRU Film Sdn Bhd, berjudul Duyung. Film ini mulai beredar sejak minggu pertama Maret 2008 di bioskop-bioskop Malaysia," tuturnya.

Sementara, grup band Syuga, kata Norman, telah lebih dulu mengeluarkan album bertajuk 8 Hari Seminggu. Selain di Malaysia, album produksi KRU ini juga diedarkan di Indonesia lewat PT Universal Music Indonesia.

Menurut Norman, KRU pertama berdiri di Malaysia tahun 1992. Saat itu, KRU dikenal sebagai pelopor musik Malaysia modern, yang telah memainkan peranan besar dalam perubahan selera musik dan lagu lokal negeri jiran tersebut.

"Kehadiran KRU juga sekaligus membuka ruang bagi berbagai aliran musik modern di Malaysia, seperti hip hop, pop dance, dan R & B," ungkapnya. [Y-6]


Last modified: 12/3/08