SUARA PEMBARUAN DAILY

PU Butuh Tambahan Alat Berat Perbaiki Jalan

[SEMARANG] Departemen Pekerjaan Umum membutuhkan tambahan alat berat untuk perbaikan jalan yang rusak akibat curah hujan tinggi dan banjir. Penambahan alat itu akan mampu memeprcepat proses perbaikan darurat pada jalan-jalan yang rusak ringan hingga berat di Pantura (Pantai Utara) Jawa..

Hal itu dikemukakan Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat, Hediyanto didampingi Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Wilayah IV, Yuzid Toyib dan Wilayah V, Purnomo seusai meninjau kerusakan Jalan Nasional Jakarta-Semarang, di Semarang, Selasa (11/3).

Dikatakan, tambahan alat berat yang dibutuhkan itu meliputi, tiga set recycling, dua set cold milling dan 24 set alat patching Keseluruhannya diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp. 60 miliar. Peralatan itu nantinya akan ditempatkan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, masing-masing satu set recycling, satu set cold milling dan tiga set alat patching. ''Penambahan alat itu sangat vital karena jalur pantura adalah urat nadi perekonomian nasional,'' ujarnya

Dikatakan, perbaikan jalan merupakan kegiatan yang berlangsung rutin setiap tahun, namun perkiraan curah hujan tinggi tetap akan terjadi pada masa mendatang. Sementara, upaya mengurangi laju kerusakan dengan menertibkan batas muatan kendaran juga sulit dilakukan. Kalau perbaikan kerusakan jalan akibat hujan dan banjir tidak cepat, kerusakan bisa lebih parah dan merambat lebih cepat, sementara masyarakat pengguna jalan juga akan kecewa berat.

Lebih lanjut, Hediyanto mengemukakan, langkah penting untuk menanggulangi kerusakan jalan pada masa mendatang adalah dengan menambah peralatan karena bahan material dan sumber daya manusia sudah mencukupi kebutuhan. ''Kalau tidak nambah peralatan kita akan selalu lamban menangani kerusakan jalan akibat banjir dan bencana alam,'' ujarnya.

Dengan tambahan alat tersebut, perbaikan yang selama ini memakan waktu 12 sampai dengan 14 hari bisa dipersingkat menjadi empat sampai lima hari saja. Percepatan itu jelas menguntungkan secara ekonomis dan efisiensi waktu. ''Jalan rusak yang tak segera diperbaiki akan semakin memcepat kerusakan jalan disekitarnya,.'' tambahnya.

Selama ini, proses perbaikan tak bisa dilakukan secara cepat karena peralatan yang dimiliki Departemen Pekerjaan Umum cuma satu set alat cold milling dan satu set recycling, satu set berada di Jabar dan satu set lainnya berada di Jateng. Hediyanto mengemukakan, perbaikan darurat jalan rusak akibat hujan dan banjir di wilayah Jabar hingga Semarang diperkirakan selesai dalam tempo satu minggu lagi. [L-7]


Last modified: 12/3/08