
[BANGKOK] Perusahaan Amerika Serikat yang bergerak di bidang perminyakan dan gas bumi, Chevron, berencana mengembangkan proyek multi miliar dolar AS di Asia dan Australia.
Di Asia, perusahaan itu akan mengembangkan proyek gas alam di Platong Gas II di Teluk Thailand. Perusahaan itu setuju mengeluarkan dana sekitar US$ 3,1 miliar untuk proyek tersebut. Direncanakan proyek itu akan beroperasi tahun 2011.
Platong Gas II itu dirancang untuk memproduksi sekitar 420 juta kubik feet per hari.
Tara Tiradnakorn, Presiden Eksplorasi dan Produksi Chevron Thailand, belum lama ini di Bangkok menegaskan," Platong Gas II proyek berkelas dunia yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan keuntungan bagi Kerajaan Thailand. Dan proyek ini sekaligus menjadi sumber energi masa depan bagi rakyat dan industri Thailand."
Konsumen Terbesar
Sementara Jim Blackwell Presiden Eksplorasi dan Produksi Chevron Asia Pasifik menambahkan, kawasan Asia Pasifik diproyeksikan menjadi konsumen terbesar produk minyak dan gas bumi.
"Jika abad kedua puluh adalah era minyak bumi, maka abad dua puluh satu ini akan menjadi era gas alam, " tegasnya.
Badan Energi Internasional memperkirakan, permintaan LNG (gas alam cair) akan berlipat ganda dibanding tahun 2007 yaitu menjadi 400 juta ton pada tahun 2015. Kondisi ini disokong oleh menguatnya pertumbuhan ekonomi Asia dan tingginya permintaan untuk bahan bakar yang bersih lingkungan.
LNG ini menjadi semakin terkenal, karena dapat diangkut dari daerah terpencil tanpa harus membangun dengan cepat jaringan pipa.
Sedangkan untuk proyek LNG di Australia berada di lahan baru di kawasan Wheatstone, di lepas pantai barat laut negara itu.
Sebelumnya perusahaan itu juga sudah menyanggupi untuk mengembangkan lebih besar lagi proyek LNG yang sudah ada, di Gorgon , di kawasan yang sama dengan proyek baru mereka di Australia.
Chevron menambahkan, fasilitas di Wheatstone, di wilayah Pilbara, akan memiliki kapasitas produksi LNG sedikitnya 5 juta ton per tahun, dan terbuka untuk ditingkatkan lagi. [Rtr/CNBC.Com/E-4]