[JAKARTA] Rencana keberangkatan empat petinju Indonesia untuk mengikuti turnamen tinju Kualifikasi II Olimpiade Beijing khusus negara-negara Asia di Astana, Kazakstan, 17-23 Maret terkendala pengurusan visa yang hingga Senin (10/3), belum juga selesai diurus.
Meskipun demikian, Manajer Tim Indonesia, Krisdarmadji Hardono, optimistis visa akan keluar dalam dua tiga hari ini. Dia bahkan langsung berkomunikasi melalui telepon menggunakan bahasa Rusia dengan Ketua Bidang Luar Negeri Federasi Tinju Amatir Kazakstan, Senin (10/3), untuk meminta bantuan.
"Mudah-mudahan dalam tiga hari ini akan dikeluarkan visa bagi petinju-petinju kita. Ini bukan kesalahan pihak Kazakstan, namun karena memang kita agak lambat mendaftar," tuturnya kepada SP.
Indonesia akan menurunkan Arenaldo Moniaga di kelas 57 kg, Akasa Rambing (60 kg), Robinson Jo (48 kg), dan Dastesa Moniaga (51 kg). Babak kualifikasi ini merupakan yang ketiga, setelah Kejuaraan Dunia di Cichago, AS (November lalu) dan di Bangkok (Februari lalu). Sejauh ini Indonesia belum meloloskan satu petinju pun. Olimpiade Beijing akan berlangsung 8-24 Agustus mendatang.
Untuk memudahkan pengurusan visa tersebut Pengurus Pusat Pertina juga telah meminta bantuan Departemen Luar Negeri RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kazakstan belum memiliki Kedutaan Besar di Indonesia sehingga perlu waktu untuk mendapatkan visa tersebut.
"Kami mendapakan kabar bahwa kita bisa mendapatkan visa on arrival (saat kedatangan), namun saya belum tahu sejauh mana kebenarannya dan semudah apa pengurusannya," tutur Krisdarmadji.
Menurut rencana, Tim Tinju Indonesia akan bertolak menuju Kazakstan, pada Sabtu (15/3). Para petinju akan didampingi Krisdarmadji dan pelatih Ferry Moniaga. [A-11]