SUARA PEMBARUAN DAILY

Diselidiki, Penyebab Kebakaran Pipa BBM

[MEDAN] Pihak kepolisian masih menyelidiki kemungkinan adanya unsur sabotase dalam peristiwa kebakaran pipa penyaluran bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina di Belawan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (10/3).

"Penyelidikan masih sedang dilakukan untuk memastikan penyebab dari kebakaran pipa pertamina tersebut," ujar Kepala Reserse Kriminal Kepolisian Kota Besar (Reskrim Poltabes) Medan, Kompol Budi Haryanto, Selasa (11/3) pagi di Medan.

Budi mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan empat orang nelayan asal Belawan. Mereka diamankan polisi karena pada saat kejadian ada di lokasi kebakaran pipa. Saat itu, para nelayan mengaku hendak menangkap ikan dan mencari kerang.

"Tim masih sedang bekerja melakukan penyelidikan. Mudah-mudahan, penyebab kebakaran tersebut cepat diketahui. Sehingga, tidak ada menimbulkan kecurigaan," ujarnya.

Minta Keterangan

Selain itu, Budi juga belum dapat memastikan keterlibatan nelayan. Mereka yang dimintai keterangan yakni M Yusuf Siagian (50), Rapidin (25), Dartono (34), Jumadi (15).

"Saat kejadian kami sedang berada di atas sampan. Jaraknya sekitar 400 meter dari lokasi kejadian kebakaran," ujar Yusuf Siagian.

General Manager Pertamina Pemasaran BBM Retail Region I, Edwin Bakti, mengatakan, kebakaran pipa pertamina tersebut terjadi ketika kapal tanker MT Dokomo sedang menyalurkan BBM jenis premium melalui pipa tersebut.

"Kapal tersebut bermuatan 32.000 kiloliter premium. Namun kapak tersebut, untungnya tidak terbakar. Begitu mengetahui adanya kebakaran, proses pembongkaran langsung dihentikan. Kobaran api dipadamkan dengan menggunakan foam," katanya.

Kendati pipa distribusi BBM terbakar, pertamina memastikan masalah bahan bakar di daerah ini masih tercukupi. Selain itu, pipa penyaluran distribusi yang terbakar sudah diperbaiki.

Asisten Manager Hubungan Eksternal PT Pertamina Pemasaran BBM Retail Region I, Fitri Erika menyebutkan, pipa distribusi BBM yang terbakar sudah dapat dioperasionalkan kembali.

Diharapkan masyarakat tidak perlu panik. Pipa yang terbakar sudah diperbaiki. Lagi pula stok BBM di daerah ini masih mencukupi. Stok BBM yang ada sebanyak 16.000 kiloliter. Jadi mencukupi untuk disalurkan di daerah ini. [AHS/151]


Last modified: 11/3/08