[BEKASI] Balita kurang gizi, Mohamad Fadli (52 hari) meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Minggu (9/3) malam. Menurut tim medis RSUD tersebut, dr Titi Masrifahati, korban meninggal akibat kehilangan kekebalan tubuh karena tidak mengkonsumsi air susu ibu (ASI) sejak lahir.
Titi menjelaskan, korban juga mengalami komplikasi penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare dan dehidrasi berat. Fadli sempat dirawat di Ruang Melati RSUD Kota Bekasi sejak Minggu (3/3). Sebelumnya anak pasangan Endun (41) dan Halimah (34) dirawat di RS Budi Lestari, Bekasi. Namun, setelah satu minggu dirawat di RSUD, kondisi Fadli tidak menunjukkan peningkatan dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
"Tim dokter sudah menganjurkan agar keluarga membawa Fadli menjalani perawatan di RS yang khusus menangani masalah anak. Tapi mereka (keluarga, Red) menolaknya," ujar Titi kepada wartawan, di Bekasi, Senin (10/3).
Titi yang juga menjabat sebagai wakil direktur pelayanan RSUD Kota Bekasi, menambahkan, Fadli meninggal bukan karena gizi buruk. "Sejak lahir ibu Fadli tidak bisa menyusui anaknya. Akibatnya, Fadli harus mengkonsumsi susu yang dijual di pasar," jelas dia.
Fadli merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Korban meninggalkan tiga kakaknya, Kokom Komala Sari (17), Endang Widia Astuti (15) dan Hesti (9). Keluarga itu tinggal di RT 001 RW 02 Kelurahan Jati Kramat, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi.
Ayah Fadli bekerja sebagai petani daun sirih, daun pisang dan kadang bekerja sebagai penarik gerobak sampah di Perumahan Jati Kramat Indah II, Kecamatan Jati Asih. Penghasilannya hanya sekitar Rp 20.000 per hari. Sedangkan Halimah hanya ibu rumah tangga. [HTS/L-8]