
[SHANGHAI] Kemarahan pemerintah Tiongkok terhadap penyanyi eksektrik asal Eslandia, Bjork berlanjut. Tiongkok akan melakukan penyelidikan terhadap aksi panggung Bjork yang dengan lantangnya berteriak "Tibet! Tibet!" pada konsernya di Shanghai, Tiongkok, 2 Maret lalu.
Sebagaimana yang disebutkan Departemen Kebudayaan Tiongkok seperti yang dilansir dari kantor berita Tiongkok, Xinhua, Jumat pekan lalu, penyelidikan terhadap Bjork pasti akan dilakukan. Tiongkok ingin mengetahui maksud sebenarnya di balik teriakan Bjork di akhir sebuah nyanyian yang tidak disetujui yaitu "Declare Independence" atau "Mendeklarasikan Kemerdekaan" tersebut.
Seperti yang diketahui, wilayah Tibet yang terletak di Pegunungan Himalaya tersebut masuk dalam wilayah Tiongkok. Dengan dilantunkan lagu tersebut serta teriakan Bjork, pemerintah Tiongkok khawatir hal ini menjadi promosi kebebasan Tibet untuk menjadi negara merdeka seperti yang baru saja dilakukan Kosovo.
Departemen Kebudayaan Tiongkok juga menegaskan, selama ini Tibet telah merupakan bagian yang tidak dapat diubah dari bagian Tiongkok sejak masa lalu. Kondisi tersebut menjadi sebuah kenyataan yang diakui secara luas oleh masyarakat internasional termasuk Eslandia.
Sehingga, adanya upaya untuk memisahkan Tibet dari Tiongkok pasti akan ditentang oleh masyarakat Tiongkok dan seluruh dunia.
Menurut laporan Xinhua, tindakan politik Bjork tersebut, bukan hanya melanggar undang-undang dan melukai perasaan masyarakat Tiongkok, juga dinilai sudah melanggar kode etik artis profesional. Perilaku Bjork telah menimbulkan kemarahan pada masyarakat Tiongkok.
Untuk itu, kementerian kebudayaan Tiongkok menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan inverstigasi terhadap konser tersebut dan mengambilalih segala persoalan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Bjork yang memiliki nama lengkap Bjork Effing Awesome Gudmundsdottir, dalam website-nya mengatakan bahwa dia memiliki referensi kalau setiap pribadi seseorang memiliki kebebasan. Bahkan, dia mengaku banyak orang yang memintanya untuk menyanyikan lagu tersebut ("Declare Independece",Red).
"Hal itu bergantung bagaimana seseorang memandangnya. Tetapi lagu tersebut sudah diterjemahkan dalam pengertian yang luas seperti sebuah perjuangan dari suatu negara yang tertindas, dan banyak hal-hal yang memberikan saya kesenangan. Lagu ini seperti permintaan dari semua orang dan banyak negara yang beruntung telah merdeka dari sebuah peperangan," ujarnya.
Bjork menambahkan, satu hal terpenting yang ingin ditanamkan terkait insiden tersebut adalah kenyataan bahwa dirinya bukan seorang politisi, tetapi, musisi yang pertama dan terakhir yang mengalami hal seperti ini dan sudah menjadi tugasnya untuk mencoba mengungkapkan semua emosi manusia.
Sementara itu, The Free Tibet Campaign, sebuah organisasi yang berbasis di Kota London, Inggris atau merupakan organisasi yang meminta pemerintah Tiongkok untuk menghentikan peraturannya untuk Tibet, dalam sebuah keputusannya menyebutkan bahwa penampilan Bjork dalam konsernya itu sangat menyenangkan. [F-4]