SUARA PEMBARUAN DAILY

IHSG Terus Tertekan

[JAKARTA] Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan sentimen negatif dari ketidakstabilan pasar finansial global pada perdagangan hari ini, Selasa (11/3). Hingga pukul 10.00 WIB , Selasa, IHSG sudah melemah 56.47 poin atau 2,33 persen ke posisi 2472,47.

IHSG yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), diprediksi akan kembali melemah hingga saat penutupan nanti mengikuti bursa global yang juga tertekan akibat melemahnya Bursa Wall Street pada penutupan perdagangan Senin (10/3).

Indeks Dow Jones di Bursa Wall Street, turun 153,54 poin (1,29 persen) ke level 11.740,15. Begitu pula saham-saham di bursa Eropa, seperti FTSE turun 70,80 poin (1,24 persen) ke level 5.629,10.

Sementara itu, bursa regional juga bergerak di teritori negatif, pada pembukaan perdagangan, Selasa pagi. Hingga pukul 09.15 WIB, Indeks Nikkei di Bursa Tokyo, melemah 19,26 poin (0,15 persen) ke level 12.512,87.

Indeks Strait Times di Bursa Singapura, juga melemah 21,82 poin (0,77 persen) ke level 2.814,41. Sedangkan indeks Hang Seng di Bursa Hongkong, turun 69,48 poin (0,31 persen) ke posisi 22.631,79.

"Sentimen negatif dari pasar finansial global masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Aksi jual saham-saham unggulan masih akan dilakukan, terutama oleh investor asing," kata Kepala Riset Mega Capital Felix Shindunata, di Jakarta, Senin.

Pada pembukaan perdagangan saham di BEI, Selasa (11/3) pukul 09.30 WIB, IHSG kembali melemah 16,186 poin (0,64 persen) ke level 2.511,681. Pada penutupan perdagangan Senin, IHSG terkoreksi hingga 128,589 poin (4,84 persen) ke posisi 2.527,867.

Teritori Negatif

Sejak awal perdagangan, IHSG bergerak di teritori negatif. Hingga perdagangan ditutup, hanya 18 saham yang mengalami kenaikan harga, 192 saham turun dan 31 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harga dan berada di jajaran top losser antara lain, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 2.800 menjadi Rp 29.450, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.500 menjadi Rp 24.500, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 800 menjadi Rp 10.850, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 600 menjadi Rp 6.400 dan Telkom (TLKM) turun Rp 450 menjadi Rp 9.250.

Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di jajaran top gainer antara lain, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.000, Yanaprima Hastapersada (YPAS) naik Rp 30 menjadi Rp 710, dan Bank Multicor (MCOR) naik Rp 5 menjadi Rp 153.

Felix mengatakan, penurunan IHSG yang cukup tajam pada perdagangan kemarin, disebabkan pelaku pasar cemas dengan makin jelasnya ancaman resesi ekonomi Amerika Serikat (AS).

Sejumlah perusahaan yang terkena imbas kasus subprime mortgage, mengurangi pekerjanya secara besar-besaran, sehingga angka pengangguran di AS semakin bertambah. Guncangan terhadap sejumlah lembaga keuangan besar dunia itu, diindikasikan memicu pemain saham besar mulai mengalihkan dananya dari pasar saham ke bursa komoditas yang terlihat dari melambungnya harga minyak dan CPO. IHSG pada perdagangan hari ini, diperkirakan bergerak di kisaran 2.480 hingga 2.560. [J-9]


Last modified: 11/3/08