SUARA PEMBARUAN DAILY

Yuni Shara:

Mencari Makanan Aman

Kasus susu formula penuh bakteri menakutkan para ibu. Tak terkecuali, penyanyi Yuni Shara. Ibu dua putra itu mengaku kebingungan mencari makanan aman untuk keluarga. Kasus susu formula tercemar yang merebak belakangan ini makin mem- buat Yuni bingung memilih makanan aman.

"Seharusnya pemerintah terbuka memberikan penjelasan dan penyuluhan pada masyarakat, khususnya kaum ibu yang masih memiliki balita sehingga kaum ibu tidak salah memberikan susu formula pada anak-anak mereka," papar Yuni Shara ketika di temui SP, di Jakarta, Rabu (4/3).

Cavin Obrient Salomo Siahaan (5) dan Cello Obient Siahaan (3) adalah buah hati Yuni dengan suaminya, Henry Siahaan. Dalam keseharian bisa dibilang kedua anak Yuni itu masih rutin mengkonsumsi susu. Seperti si bungsu Cello, setiap hari dia minum enam botol susu. Sementara si sulung Calvin minimal 2-3 gelas susu per hari.

Bagi kaum ibu yang masih memiliki balita, susu merupakan makanan penting yang wajib diberikan. Apalagi bila anaknya tidak lagi menyusui langsung dari sang ibu, sehingga susu formula menjadi makanan pengganti ASI. Nah, kalau susu formula sudah mengandung zat atau bakteri berbahaya, maka kesehatan anak-anak bisa terancam.

Wanita kelahiran 3 Juni 1972 di Malang, Jawa Timur, ini mengatakan, kontrol atau pengawasan pemerintah terhadap kualitas makanan di Indonesia masih lemah. Anehnya, kejadian seperti ini bukan baru pertama kali di Indonesia. Sebelumnya, masyarakat juga sempat dikhawatirkan dengan produk makanan dan kosmetik yang juga mengandung zat berbahaya.

Yuni mengatakan susu merupakan kebutuhan utama anak-anak. Sementara anak-anak merupakan pilar bangsa yang nantinya berperan sebagai penerus bangsa. Alangkah mengerikan jika penerus bangsa digerogoti dengan bakteri berbahaya. Boleh jadi, bangsa Indonesia akan semakin ketinggalan dari negara lain. Oleh karena itu, pemerintah harusnya mulai buka mata untuk kesejahteraan dan kesehatan bangsanya.

Kepedulian Yuni pada nasib anak-anak juga didasarkan dari kecintaan pada dua buah hatinya. Bagi Yuni, Cello dan Cavin adalah belahan jiwa yang harus diperhatikan kesehatan fisik dan mentalnya. Hal tersebut dikarenakan Yuni sempat lama merindukan momongan. Untungnya pada 2005 lalu, Cavin hadir di tengah-tengah keluarga dan membawa kebahagiaan besar bagi pasangan Yuni dan Henry.

"Saya pasti memberikan yang terbaik untuk dua buah hati saya. Sebab, mereka titipan Tuhan yang wajib saya jaga. Tanggung jawab saya besar padaNya," tambah Yuni.

Menurut Yuni, kaum ibu di Indonesia harus hati-hati dan teliti sebelum membeli makanan atau susu bagi sang buah hati. Selain susu, anak-anak juga harus diberikan makanan pendamping lain seperti bubur,

sayur, ikan atau hati ayam. Intinya, kaum ibu harus kreatif memberikan makanan bergizi pada anaknya.

Pintar dan cerdik dalam memberi makan pada anak merupakan kunci utama yang harus dimiliki oleh kaum ibu. Tak bisa dimungkiri, ada saja anak-anak yang susah makan dan hanya mau minum susu formula. Kondisi itulah yang membutuhkan kecerdikan sang ibu untuk membujuk atau mengemas makanan agar menarik minat anak untuk makan. Jadi, menurut pandangan Yuni, peran ibu sangat serius.

Meskipun sibuk mengurus anak dan mencermati kasus susu formula, kakak kandung Krisdayanti ini masih aktif berkarier. Kini dia bergabung dalam grup lima wanita sempurna. Lima wanita akan tampil membawakan sembilan lagu dalam ajang festival Java Jazz di Jakarta, pada 7-9 Maret 2008.

Selain pandai bernyanyi, Yuni pelantun tembang Mengapa Tiada Maaf juga berhasil merilis sebuah buku yang ditulis oleh sahabat kentalnya, Tamara Geraldine. Buku yang berjudul 35 Cangkir Kopi ini mengisahkan lika-liku perjalanan Yuni yang membuatnya tumbuh menjadi wanita tegar dan tabah. [EAS/U-5]


Last modified: 6/3/08