
Valentino Rossi terlempar dari kendaraannya ketika sesi tes balapan di Sepang International Racing Circuit, Malaysia, 22 Januari 2008. afp/shukor janis
ewasnya pembalap Jepang, Daijiro Kato di ajang MotoGP 2003, mengubah pandangan banyak orang di ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini. Kekuatan motor yang mencapai 990 cc, ternyata menakutkan. Selain tenaganya teramat besar, motor jadi sulit dikendalikan, sehingga akhirnya pengelola MotoGP, Dorna Sport merevisi pacuan kuda besinya menjadi hanya 800 cc yang dimulai pada balapan musim lomba 2007.
Tim-tim pabrikan motor ternama dari Jepang, seperti Yamaha, dan Honda ramai-ramai mengubah motor pacuan mereka. Motor menjadi lebih ramping karena ukuran blok mesinnya mengecil, dan putaran mesin berkurang hingga sedikit di atas 19.000 rpm. Dasar dari pemikiran mereka, adalah membuat motor yang mudah dikendalikan pembalapnya, setelah beberapa musim pacuan sulit dikendalikan.
Tak ada pemikiran untuk meningkatkan tenaga puncak motor. Karena dengan motor yang ramping, menjadikan pergerakannya lebih cepat terutama di saat melahap tikungan sehingga catatan waktu terbaik untuk satu putaran di lintasan juga dapat tercapai. Ternyata dasar pemikiran itu tak sepenuhnya benar. Adalah tim Ducati yang tetap mempertahankan pacuannya dengan mengutamakan tenaga dan kecepatan puncak. Dan, terbukti. Tim pabrikan motor Italia itu menguasai MotoGP dengan menguasai 10 dari total 18 seri grand prix musim lalu. Pembalap baru mereka, Casey Stoner juga meraih gelar juara dunia.
Berkaca dari pengalaman tahun lalu, kini tim-tim MotoGP menyiapkan motor yang mampu menandingi kekuatan pacuan Ducati Desmosedici. Musim ini, MotorGP akan dimulai pada balapan di Qatar, Minggu (9/3). Stoner akan berupaya mempertahankan mahkota juaranya, dengan mengawali langkahnya pada balapan malam hari di Sirkuit Losail.
Di sirkuit sepanjang 5,4 km itu juga, pembalap Australia ini memulai kampanyenya menjadi juara dunia 2007 dengan meraih podium pertama. Dia mampu mengalahkan dua pembalap favorit, Valentino Rossi dan Dani Pedrosa. Stoner memang sempat terkendala, dengan mengalami cedera bahu pada uji coba musim dingin tahun lalu. Namun dia tampil konsisten dengan kembali menjadi yang tercepat dalam tes resmi MotoGP di Sirkuit Jerez, pertengahan Februari, dan terakhir meraih waktu tercepat dalam tes malam hari di Losail, awal Maret lalu.
Di belakang Stoner, Rossi masih layak diperhitungkan. Musim ini, juara dunia lima kali itu punya bekal cukup untuk menandingi Stoner dengan pacuan Desmosedici GP8. Pertama adalah motor Yamaha YZR-M1 yang lebih bertenaga dan memiliki kecepatan puncak, karena memakai mesin dengan sistem katup pneumatic. Kedua, The Doctor, julukan Rossi mengganti pemasok bannya, dari Michelin menjadi Bridgestone. Pabrikan ban Jepang itu mampu menempatkan pembalapnya juara dalam 12 seri balapan musim lalu. Bekal ketiga Rossi, adalah dukungan dari rekan setimnya Jorge Lorenzo.
Bersaing
Juara dunia kelas 250 cc dua kali itu diharapkan mampu mendukung Rossi menjadi juara dunia. Selama ini, tugas sebagai pembalap pendamping Rossi tak pernah berfungsi. Colin Edwards yang semula diharapkan mampu mengeblok lawan-lawan Rossi di lintasan, tak dapat menjalankan fungsinya. Lorenzo yang masih belia (20 tahun) diyakini bisa menjalankan tugasnya sebagai pendamping. Namun dalam beberapa kali tes, pembalap asal Mallorca, Spanyol itu justru tampil menjadi yang tercepat, dan mengalahkan perolehan waktu Rossi.
Bisa saja, Lorenzo memutuskan untuk tak menjalankan tugasnya sebagai pembalap pendamping, tetapi mengambil alih tugas Rossi sebagai pembalap utama. Musim lalu, persaingan pembalap satu tim sudah kita lihat di ajang F-1, antara dua pembalap McLaren, juara dunia 2005, 2006 Fernando Alonso dengan pembalap pendatang baru, Lewis Hamilton.
Setelah dua pembalap tim Fiat Yamaha itu, para pembalap tim Honda Repsol, Dani Pedrosa dan Nicky Hayden patut diperhitungkan. Konda memang gagal di awal hingga pertengahan musim lomba 2007. Mereka terlalu membela kepentingan Pedrosa dalam mengembangkan motor RC212V. Motor itu dibuat ramping supaya Pedrosa yang tubuhnya hanya 160-an centimeter dapat tampil kompetitif. Mereka sempat menganaktirikan Hayden yang merupakan juara dunia 2006.
Baru menjelang akhir musim lomba, Honda menyadari kesalahannya. Mereka mengubah sasis motor dan pelindung bodi motor (fairing) untuk Hayden, serta menambah kecepatan motor demi menandingi Ducati. Motor itu mampu menjadikan Honda perkasa dan meraih kemenangan di seri terakhir. Dengan bekal itu, mereka menyiapkan pacuan untuk 2008 dengan optimisme tinggi.
Sama seperti YZR-M1, motor RC212V 2008 juga menggunakan mesin dengan katup pneumatic. Hanya saja kabarnya, motor baru itu belum dapat dipergunakan di seri awal. Sehingga Pedrosa dan Hayden kemungkinan masih memakai motor musim lalu dengan modifikasi pada mesin berkatup pegas (spring-valve), namun dengan rangka (sasis) motor terbaru.
Tim Suzuki dan Kawasaki layak disebut sebagai tim kuda hitam. Musim lalu, Suzuki mampu muncul di tengah persaingan kekuatan tiga tim terbaik MotoGP (Ducati, Yamaha, Honda). Mereka mampu tampil maksimal pada balapan di bawah curahan air hujan di Le Mas, Prancis. Pembalapnya Chris Vermeulen tampil sebagai juara. Musim ini Suzuki diperkuat dua pembalap berpengalaman, Vermeulen dan Loris Capirrossi. Sementara Vermeulen bergabung dengan Kawasaki bersama pembalap senior tim hijau tersebut, Anthony West.
Doni Tata
Selain kelas utama (MotoGP), perhatian penggemar olahraga balap motor, pasti akan menjurus ke kelas di bawahnya, yakni 250 cc. Maklum saja untuk musim ini, ada pembalap Indonesia yang tampil, yakni Doni Tata. Pembalap kelas 3 SMA yang masih berusia 17 tahun itu tampil di 17 seri balapan, minus seri Grand Prix Amerika Serikat yang tak melombakan kelas 250 cc, di bawah bendera tim Yamaha Pertamina.
Tentunya di tahun pertama dia tampil, kita tak berharap banyak, pembalap Merah Putih ini langsung melesat di baris depan. Karena butuh waktu yang cukup buat pembalap asal DI Yogyakarta ini untuk mampu tampil kompetitif.
Sebab kelas 250 cc, adalah satu jenjang di bawah MotoGP. Pembalap-pembalap yang tampil merupakan calon juara dunia di MotoGP masa mendatang. Rossi, Stoner, Pedrosa, adalah alumnus di kelas ini. Musim ini Lorenzo, Andrea Dovizioso dan Alex De Angelis naik kelas ke MotoGP, sehingga meninggalkan dua pembalap berbakat, Albaro Bautista dan Mikka Kallio. Kelas 250 cc, juga mendapat tambahan naiknya dua pembalap berbakat dari kelas 125 cc, Lukas Pesek dan Mattia Pasini.
Tentunya keberadaan Doni Tata juga akan membuat penggemar olahraga balap motor di Tanah Air berdegup jantungnya saat menyaksikan balapan di kelas 250 cc, selain balapan utama MotoGP. [SP/Surya Lesmana]