Lurah di sebuah wilayah di barat daya Prancis mengancam warganya dengan beberapa sanksi jika mereka memberikan tempat untuk pemakaman, karena di desa itu tak ada lagi tempat untuk menguburkan orang mati mengingat tempat pemakaman yang ada sudah penuh sesak. Dalam sebuah peraturan yang ditempel di kantor kelurahan, Lurah Gerard Lalanne mengingatkan 260 warga Kelurahan Sarpourenx bahwa semua pemakaman di daerah itu dilarang. Mereka yang mengizinkan akan mendapatkan beberapa kali sanksi.
Lurah itu mengatakan, ia telah didesak untuk mengambil sejumlah langkah dramatis setelah pengadilan di kota terdekat mengeluarkan aturan di bulan Januari bahwa akuisisi lahan swasta untuk memperluas areal pemakaman tak akan dipertimbangkan. Lalanne, yang berulang tahun ke-70, Rabu dan siap mengikuti pemilihan lurah untuk masa jabatan tujuh tahun pada bulan ini meminta maaf karena tak ada jalan keluar untuk mengatasi masalah dilematis tersebut. "Ini mungkin menjadi bahan tertawaan bagi beberapa orang, tetapi tidak untuk saya," tandasnya. [Reuters/N-3]
Seorang wanita yang bekerja di Kantor Pos Jerman akhirnya diberhentikan setelah polisi menemukan 29.000 surat yang tak dikirim di rumahnya. Demikian dikatakan jaksa di barat Kota Giessen, Rabu (5/3).
Jaksa Reinhard Huebner mengatakan, sebagian surat itu dikirim 15 tahun lalu tetapi sebagian lagi dikirim dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Ia mengatakan, wanita itu tampaknya ingin mendapatkan uang dari surat-surat yang disimpan tersebut. Namun, penyidik tak tahu persis berapa banyak uang yang ada dalam surat-surat itu.
Huebner menjelaskan, wanita itu diancam pasal pelanggaran kerahasiaan profesional dan kode etik perposan. Ia diancam hukuman penjara hingga lima tahun jika terbukti bersalah.
Juru Bicara Kantor Pos Jerman Thomas Kutsch mengatakan, semua surat itu akan dikirim ke alamat masing-masing. Surat-surat ini akan dikirim bersama dengan catatan permohonan maaf dari Kantor Pos. "Sebagian besar orang yang bekerja di sini adalah orang yang jujur dan dapat dipercaya. Mereka juga sangat menyesalkan kejadian tersebut," tandanya. [AFP/N-3]
Ketika musim dingin tiba, polisi tak bisa menghabiskan seluruh waktu mereka dengan menggunakan sepeda motor yang tak bisa beradaptasi dengan cuaca. Selasa (4/3) di Springdale, Amerika Serikat, bunyi alarm terdengar sekitar jam 05.00 dini hari di sebuah toko Papa John's Pizza.
Polisi menemukan pintu dirusak paksa. Beruntung, polisi menemukan jejak kaki di salju, yang menjadi panduan yang baik. Polisi kemudian mengikuti jejak kaki itu hingga menemukan Bradley T Hyde (29), anak dari Lowell pada kejadian yang lain.
Pejabat yang berwenang mengatakan, Lowell menggunakan pakaian dari butik keluarga Ana. Penyidik menjelaskan, Hyde masuk melalui pintu belakang Salon Cecilia dan memanjat plafon untuk masuk ke toko pakaian yang bersebelahan dengan salon itu.
Polisi juga menemukan uang US$ 166 yang dicurigai dicuri dari restoran pizza. Hyde mendekam di penjara Washington, Rabu (5/3) untuk menghadapi persidangan Jumat (7/3). Ia menghadapi tuduhan berlapis yakni melakukan pelanggaran berat dengan membongkar dan mencuri, kejahatan pidana tingkat pertama, tindak pidana ringan pencurian barang, dan menghambat operasional pemerintahan. [AP/N-3]