
ada Kongres Rakyat Nasional (NPC) Tiongkok, yang dimulai Rabu (5/3), Xi Jinping difavoritkan menjadi wakil presiden, bila benar maka langkahnya menuju posisi tertinggi di Partai Komunis Tiongkok (PKT) pada 2012 dan pemerintahan pada 2013, akan semakin mulus.
Prediksi soal siapa calon kuat pengganti Hu Jintao, berubah setelah Kongres PKT ke-17, Oktober 2007, setelah Xi Jinping ditetapkan sebagai anggota urutan keenam Komite Harian Politbiro, di atas tiga wajah baru lainnya, termasuk Li Keqiang di urutan ketujuh, yang dikenal sangat dekat dengan Hu Jintao.
Dianggap sebagai tradisi, wajah-wajah baru dalam Komite Harian Politbiro, merupakan generasi baru yang akan menjadi calon kuat pemimpin masa depan selanjutnya. Posisi pertama dari generasi baru itu, merupakan kandidat kuat untuk Sekjen, posisi tertinggi di PKT.
Posisi Xi Jinping, yang lahir pada 1953, di Fuping, Provinsi Shaanxi, pada kongres partai ke-17 sendiri merupakan suatu lompatan. Meskipun memiliki latar belakang dari Liga Pemuda Komunis Tiongkok (LPKT), sama seperti Hu Jintao, maupun Li Keqiang, yang menjadi pesaing kuatnya, namun fakta bahwa dia merupakan putra pahlawan revolusi, berpotensi menghambatnya menduduki posisi tertinggi dalam partai.
Ayahnya, Xi Zhongxun, adalah tokoh Kota Yan'an, yang berperan besar ketika rombongan pasukan Mao Zedong, yang tersisa 20.000 pasukan itu tiba di Kota Yan'an, yang berada di sebelah utara Provinsi Shaanxi, untuk mengkonsolidasikan lagi pasukannya melawan pasukan Kuomintang pada 1949.
Xi Jinping, yang ayahnya menjabat wakil perdana menteri pada masa Deng Xiaoping serta para putera pahlawan revolusi dan pejabat tinggi lainnya, mendapat kesempatan bekerja sebagai asisten pribadi para pemimpin senior yang dekat dengan ayah mereka. Xi Jinping, sempat bekerja untuk Geng Biao, yang kemudian menjadi menteri pertahanan.
Kesempatan itu membuat mereka terbiasa dengan kerja partai dan pemerintah. Seperti Xi Jinping yang berpengalaman dalam sistem ekonomi pasar, dengan pengalamannya memimpin Provinsi Shanghai. Pengalaman itu jelas membantu saat akan bersaing menempati posisi tertinggi di partai maupun pemerintahan.
Xi Jinping, bergabung dengan LPKT pada 1971 dan menjadi anggota PKT pada 1974. Selama Revolusi Kebudayaan pada 1968 dia dikirim menjadi petani di pedesaan di Provinsi Hebei. Keramahan dan kerja keras Xi berhasil menarik perhatian pejabat setempat, yang kemudian merekomendasikannya menempuh pendidikan di universitas.
Dia menempuh pendidikan teknik kimia di Universitas Qinghua pada 1975-1979. Hingga 1995, dia bekerja pada sejumlah posisi di PKT Kota Zhengding, Hebei, Fuzhou. Pada 1995 dia menjadi Wakil Sekretaris PKT Provinsi Fujian dan wakil gubernur.
Pada 1999-2002 dia ditunjuk menjadi Gubernur Fujian dan menerima gelar doktor dari Universitas Qinghun pada 2002. Xi Jinping mencatatkan prestasi dalam masa kepemimpinannya, dengan mengangkat Provinsi Fujian yang miskin menjadi daerah yang maju perekonomiannya.
Selanjutnya dia menjadi Gubernur Zhejiang periode 2002-2007, dan Sekretaris PKT Provinsi Zhejiang. Dia juga menjabat Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Zhejiang periode 2003-2007. Mei 2007 dia ditunjuk menjadi pimpinan PKT di Shanghai, provinsi yang sejak lama dianggap sebagai batu loncatan untuk posisi tertinggi di Tiongkok.
Penunjukan Xi Jinping yang menikah dengan penyanyi terkenal Tiongkok pada era 1980-an, Peng Liyuan, juga tak lepas dari kontroversi, karena selain bukan orang Shanghai, dia juga menggantikan Zhen Liangyu yang dinilai punya posisi kuat di kelompok Shanghai, yang kerap disebut dengan istilah 'Shanghai Bang'.
Apalagi, Zhen Liangyu adalah kader yang dipersiapkan mantan Presiden Jiang Zemin untuk posisi Presiden pada 2013. Namun Xi Jinping kian populer, karena berhasil menjaga stabilitas dari gejolak yang diduga akan terjadi dengan disingkirkannya representasi Shanghai Bang. [B-14]