SUARA PEMBARUAN DAILY

Dari Penyapu Jalan hingga Kursi Kremlin

AFP/ RIA NOVOSTI

Dmitry Medvedev dan istri, Svetlana, berjalan di depan Museum Kolomenskoye di Moskwa, Minggu (2/3).

Begitu angin kemenangan bertiup ke dirinya, Dmitry Medvedev (42) memperjelas sikapnya terhadap Vladimir Putin (55). "Kami akan menjaga warisan Presiden Putin," katanya saat merayakan kemenangan di Lapangan Merah, Moskwa.

Medvedev membantu Putin sebagai deputi pertama perdana menteri. Ia juga menjabat direktur perusahaan gas negara Gazprom. Namun, hubungannya dengan Putin terjalin jauh sebelum jabatan-jabatan itu.

Ketika menyetujui pencalonannya, Putin mengatakan telah mengenal Medvedev sejak ia berusia 25 tahun. "Saya sudah kenal dia sejak 17 tahun lalu. Saya bekerja sama secara erat dengan dia," Putin mengakui.

Sejak awal Medvedev telah dilirik sebagai salah satu kandidat potensial pengganti Putin. Berbeda dengan Putin, Medvedev tidak memiliki pengalaman di dinas rahasia era Uni Soviet KGB atau penggantinya Dinas Keamanan Federal (FSB).

Dulu, Putin yang memimpin FSB, dipilih oleh mendiang Presiden Boris Yeltsin sebagai pengganti dirinya. Ketika Putin naik ke Kremlin tak lama kemudian Medvedev pun diangkat sebagai deputi kepala staf.

Medvedev yang memulai karier politik di dewan kota menuangkan ide-ide cemerlang untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Ia menyusun sejumlah prakarsa di bidang pertanian, kesehatan, pendidikan, dan upaya untuk mendongkrak angka kelahiran di Rusia yang rendah. Ia juga berusaha membenahi pendidikan prasekolah.

Pada tahun 2000, Medvedev memimpin tim kampanye pemenangan Putin dalam pemilu dan tiga tahun kemudian ia diangkat sebagai kepala staf Kremlin.

Putin berbuat serupa. Ia memainkan peran signi- fikan dalam kampanye Medvedev. Keduanya membuat poster dengan slogan," Bersama kita menang."

Yang menjadi pertanyaan apakah ia akan memiliki derajat kekuasaan yang setara dengan penggantinya mengingat Putin tetap di posisi PM. Tatkala ditanya siapa yang akan mengurus masalah luar negeri, Medvedev hanya menimpali secara diplomatis,"Sesuai konstitusi, presidenlah yang menentukan kebijakan luar negeri.

Penyuka merek-merek ternama ini menyebut dirinya seorang demokrat. "Kita menyadari bahwa tidak ada negara otoriter yang betul-betul sejahtera karena ada satu hal yang harus terpenuhi kebebasan lebih baik daripada tidak ada kebebasan."

Ayahnya, Anatoly, seorang profesor fisika. Ibunya, Yulia, dosen sastra di Universitas Herzen. Dia sendiri pernah menjadi asisten profesor di Universitas Negeri St Petersburg pada 1990-an. Medvedev (42), menekuni studi hukum di Leningrad, kini bernama St Petersburg.

Medvedev pernah bekerja sebagai penyapu jalan dan buruh bangunan untuk memperoleh tambahan uang kuliah. Pada usia 23 tahun, ia dibaptis sebagai penganut Kristen Ortodoks, sebuah jalan yang dipilihnya sendiri. "Sejak saat itu saya yakin kehidupan baru dimulai," kenangnya seperti dikutip BBC.

Istrinya, Svetlana, adalah kekasihnya sejak remaja. "Saya sempat lalai belajar karena lebih senang di sisi kekasih saya," ujarnya. Mereka dikaruniai seorang anak lelaki Ilya.

Di masa remaja, ia mengidamkan untuk punya celana jin dan kaset Deep Purple dan Pink Floyd. Impian itu sudah terkabul ketika Deep Purple menggelar konser di Kremlin, Februari 2008, untuk merayakan 15 tahun pembentukan Gazprom.

Ketika disumpah sebagai Presiden Rusia pada 7 Mei, Dmitry Medvedev akan menjadi pemimpin termuda Rusia sejak Tsar Nicholas II. [Y-2]


Last modified: 6/3/08