SUARA PEMBARUAN DAILY

Bertanam Tanaman Pengusir Nyamuk

cafe.chosun.comTanaman Zodia

Bagi pehobi tanaman, tentunya tak asing dengan tanaman pengusir nyamuk. Tanaman ini sekarang banyak dijual di kios-kios tanaman. Dalam pameran Agro Expo 2008 di Senayan Jakarta, tanaman dimaksud juga tengah dipamerkan.

Sebut saja Zodia, yang merupakan tanaman perdu berasal dari Papua. Tanaman ini bisa mengusir nyamuk, baik di dalam ruangan maupun di pekarangan. Tanaman tersebut mempunyai kandungan evodiamine dan rutaecarpine yang tidak disukai serangga. Tanaman Zodia ini dapat mengeluarkan aroma tajam yang tidak disukai nyamuk.

Tanaman yang tingginya sekitar 20 centimeter itu dijual Rp 10.000 per potnya. Bila kita ingin membeli yang lebih besar, dengan ukuran tinggi mencapai 1,5 meter dibanderol harga Rp 150.000. Tukiyat, penjual tanaman menjelaskan bahwa tanaman zodia adalah jenis pohon yang sangat mudah perawatannya. Asal diberi air yang cukup maka pohon ini akan tumbuh subur.

Dia menambahkan bahwa dalam memelihara zodia, diusahakan agar tidak berlebihan airnya. Cukup disiram sedikit, agar pohon itu tidak layu. Kemudian, dalam penempatannya juga harus di ruangan yang memiliki ventilasi udara yang cukup baik agar tanaman ini tetap tumbuh dengan subur.

Zodia punya satu keunikan lain. Pohon ini akan berubah warna daunnya bila ditempatkan di tempat yang mempunyai suhu yang berbeda. Bila ditanam di Bogor misalnya, zodia akan berdaun hijau muda terang. Akan berbeda dengan zodia yang ditanam di Jakarta, yang akan berdaun hijau tua. Tetapi menurut Tukiyat, zodia yang berdaun hijau muda maupun hijau tua mempunyai tingkat khasiat yang sama untuk mengusir nyamuk. Untuk penanaman di Bogor, dari biji hingga setinggi 20 cm dibutuhkan waktu sekitar 8-9 bulan. Sedangkan untuk di daerah Jakarta, memakan waktu yang lebih lama. Biasanya hingga satu tahun. Itu karena udara di Bogor lebih lembab, terangnya.

Menurut analisis yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Baittro) dengan gas kromatografi, minyak yang disuling dari daun tanaman ini mengandung linalool 46 persen dan alpha-pinene 13,26 persen yang sudah sangat dikenal sebagai pengusir (repellent) nyamuk. Pengujian terhadap nyamuk demam berdarah menunjukkan bahwa lengan yang telah digosok dengan daun zodia terlindungi dari nyamuk tersebut selama enam jam dibandingkan dengan lengan yang tidak digosok. Daya halau zodia terhadap nyamuk tersebut sebesar 70 persen.

Eva, salah satu pengunjung pameran mengatakan memang sengaja datang jauh-jauh dari Bekasi untuk mencari tanaman pengusir nyamuk. Di tempat lain, Mega, karyawan salah satu Bank swasta mengaku setelah mendengar informasi tentang tanaman anti nyamuk dari temannya, dia langsung mendatangi pameran ini. Dia berencana akan membibitkan sendiri tanaman itu, karena dirumahnya memiliki pekarangan yang cukup.

Antipolutan

Selain tanaman antinyamuk, pagi pehobi tanaman yang mempunyai masalah dengan udara yang kotor, dalam pameran tersebut ada banyak jenis tanaman yang mampu untuk mengurangi polutan yang sekaligus juga memberikan solusi jitu yang ramah lingkungan. Seperti : paku boston, palem bambu, lili air, sirih belanda, kastuba dan kemudian yang paling terkenal adalah Sansevieria.

Sansevieria merupakan nama latin dari tanaman hias lidah mertua yang memiliki keunggulan di antaranya, sangat tahan terhadap polutan dan bahkan dapat menyerap udara kotor itu. Begitu pula dengan asap rokok dan hasil pembakaran, radiasi dari berbagai peralatan elektronik seperti komputer, televisi, handphone, juga perlengkapan yang memanfaatkan gelombang cahaya dan elektromagnetik mampu diminimalisir sehingga tidak berbahaya lagi bagi kesehatan.

Selain itu, tanaman ini mampu bertahan hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas, dan mampu bertahan hidup dalam suhu yang ekstrim sekalipun tanaman lain tidak dapat bertahan hidup.

Pencemaran udara tak hanya keluar dari cerobong asap maupun knalpot kendaraan di jalan raya. Seperti musuh dalam selimut, senyawa berbahaya juga banyak bergentayangan di dalam ruangan atau kantor. Senyawa itu mudah terhirup hidung saat kita bersantai maupun bekerja. Banyak benda di dalam kantor dan rumah yang bisa menjadi sumber gas beracun. Semisal lapisan plitur, cat dan vernis pembalut meja-kursi antik kesayangan Anda. Bukan itu saja, tisu, kertas, kayu lapis, cairan pembersih, asap rokok, uap tinta, uap lem, plastik, detergen beserta remukan fiber glass juga bisa menjadi sumber gas polutan berisiko tinggi.

Djaelani, pemerhati tanaman sansevieria, yang juga membuka gerai dalam pameran ini mengatakan, sansevieria saat ini adalah tanaman yang banyak dicari.

Sementara bagi Anda pengkoleksi tanaman langka, saat ini yang sedang banyak dicari oleh kolektor adalah nepenthes (kantong semar). Awalnya, nepenthes adalah sejenis tanaman parasit, yang tumbuh melilit di batang pohon lain. Tetapi lama-kelamaan dibudidayakan di dalam pot.

Abdul Rosyid, pemilik stan yang khusus menjual kantong semar menjelaskan bahwa kelangkaan nepenthes disebabkan karena pohon ini jangka waktu pertumbuhannya lama. Untuk nepenthes jenis andreani dibudidayakan dari biji hingga dapat ditaruh di pot seukuran sedang, membutuhkan waktu tumbuh sekitar tiga sampai empat tahun.

Abdul Rosyid menjual nepenthes jenis grisalis seharga Rp. 150.000 sampai dengan Rp.300.000 per pot. Dia juga mengatakan bahwa untuk memelihara nepenthes dibutuhkan ketelatenan. Pohon ini hanya dapat tumbuh di tempat yang lembab, teduh serta banyak air. Untuk perawatan, tanaman ini membutuhkan lumut untuk perkembangannya. Pupuk lain yang harus disertakan adalah sekam bakar dan kopolit (sabut kelapa yang sudah digiling). [YRS/N-5]


Last modified: 6/3/08