
Masakan Padang adalah nama yang digunakan untuk menyebut segala jenis masakan yang berasal dari Sumatera Barat. Popularitas masakan Padang hampir ditemui seluruh penjuru Tanah Air lewat jaringan Rumah Makan Padang. Pada umumnya makanan dari daerah ini bercita rasa pedas, berbumbu dan banyak memakai santan kelapa. Menu makanan padang yang populer adalah Ayam pop, rendang, dendeng balado dan sambal ijo.
Karena itu, agak sedikit mengejutkan ketika sebuah hotel bertaraf internasional di Jakarta menawarkan masakan Padang kepada para tamu yang umumnya bermata biru. "Makanan Padang adalah kekayaan kuliner Indonesia yang layak untuk dinikmati banyak kalangan," ucap Dieter Greigeritsch Director of Food & Beverage JW Marriott Hotel Jakarta, Jumat (28/2). Menurut dia, menu makanan Padang yang umumnya pedas dan punya cita rasa berbumbu yang kuat tidak jauh berbeda dengan menu makanan Asia seperti dari India, Pakistan atau Bangladesh. Karena itu mereka tidak takut menyajikan menu makanan Padang di Restoran Sailendra.
Menu yang disajikan adalah rendang, ikan asam pedas, ayam gulai, dan dendeng balado. Selain itu, restoran ini menyajikan menu tradisional yang sudah jarang ditemui yakni goreng ikan bada masia balado, dan sambel tempoyak atau juga disebut sambel asam durian maco. Menu-menu ini disajikan oleh Gazwari, koki yang mewarisi berbagai menu masakan Padang secara turun temurun.
Gazwari menjelaskan goreng ikan bada masia balado, adalah menu khas dari daerah di sekitar danau Maninjau. Cara memasaknya sebenarnya sama seperti ikan goreng yang dibalado. Perbedaannya terletak pada jenis ikan yang dipakai yakni ikan bada masia sejenis ikan berukuran kecil yang berasal dari Danau Maninjau. Rasa ikan yang gurih, dan renyah bercampur pedasnya balado membuat Anda harus mengunyahnya dengan cepat. Jangan khawatir, seluruh bagian ikan ini dapat dimakan karena tulang-tulangnya langsung hancur begitu digigit. Krenyes-krenyes pedas.
Sedang sambel tempoyak adalah sambal yang dibuat dari buah durian yang diperam selama tiga atau empat hari, hingga rasanya berubah menjadi asam. Untuk mencegah agar tidak berbelatung, daging durian itu diberi garam. Kemudian setelah durian sudah jadi tempoyak lalu dicampur dengan cabe merah yang sudah diulek, dan diberi tambahan ikan teri. Rasanya merupakan campuran asam, dengan aroma durian yang menyengat dan tentu saja pedas.
Menurut Gazwari, tempoyak dapat langsung dimakan sebagai teman nasi hangat. Tapi bagi yang belum terbiasa, bisa memilih aneka sambal lain seperti sambal ijo, sambal petai balado maco atau sambal uwo, yaitu sambal yang dicampur dengan sejenis ikan berukuran kecil butiran beras yang disebut ikan rinyua atau ikan lais. Untuk sambal uwo ini merupakan khas daerah Bukit tinggi. Selain itu juga hadir jajanan tradisional khas Padang seperti bubur kampiun, lapek bugih (kue dari kukusan ketan itam dengan isi gula merah yang dibungkus daun pisang), lamang (lemang), dan wajik. Rasa manis dari jajanan ini menjadi penawar menu makanan tadi. [W-10]