SUARA PEMBARUAN DAILY

Mengeksplorasi Menu "Seafood"

Berbagai menu seafood di Restoran Raja Kuring SP/Ignatius Liliek

Tampaknya menu seafood memang lebih diterima lidah. Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya warung makan dan restoran yang memilih menyajikan masakan dari laut itu. Seperti juga yang dilakukan rumah makan masakan Sunda ternama Sari Kuring yang memutuskan tidak lagi mengusung makanan tradisional Sunda. Sari Kuring memutuskan melakukan repositioning. Pada 28 Februari lalu Restoran Sari Kuring merayakan ulang tahun ke-28. Momentum ulang tahun ke-28 itu menjadi awal perubahan citra restoran Sari Kuring. Restoran yang berpusat di Jalan Batu Ceper No.55 A, Jakarta Pusat itu terkenal sebagai "Indonesian Traditional Food Restaurant" dengan menu khas Sunda dan Jawa. Namun, berubah menjadi Indonesia Seafood Restaurant dengan menu utama seafood.

Pemilik Restoran Sari Kuring, Surya Dharma mengatakan, hal itu merupakan strategi untuk menguasai pasar Indonesia. Pemilihan menu jatuh pada seafood karena Indonesia memiliki hasil laut yang sangat besar. Mendengar hasil laut Indonesia tidak tereksplorasi dengan baik, pria yang memiliki pandangan bahwa kelestarian alam dan kuliner Indonesia penting untuk dilestarikan itu, berinisiatif untuk berinovasi dengan menyajikan makanan seafood.

"Indonesia kaya akan hasil lautnya, kami ingin memanfaatkan hasil laut Indonesia untuk mengembangkan industri restoran. Di laut Indonesia terdapat banyak jenis ikan yang dapat diolah dalam berbagai macam cara. Kami mengolahnya dengan resep khas Indonesia ala Sari Kuring. Selain itu seafood sangat baik bagi kesehatan," kata Surya di Jakarta baru-baru ini.

Pemilihan menu seafood karena dapat dinikmati oleh siapapun di seluruh dunia. Menu seafood merupakan cara untuk memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang kaya akan hasil lautnya dan tentu saja memperkenalkan keanekaragaman masakan Indonesia.

Selain itu seafood dirasa memudahkan usaha go international. "Jika masih melekat dengan masakan Sunda maka itu akan menjadi sulit memperkenalkan Sari Kuring ke luar negeri," kata Surya.

Pengutamaan menu seafood di Sari Kuring bukan berarti menghilangkan menu khas Sunda dan Jawa yang selama ini menjadi menu andalan Sari Kuring. Menu tersebut tetap ada seperti menu andalannya gurame goreng juga meraih penghargaan Best Dishes In Jakarta 2005 versi majalah Jakarta Javakini. Sejumlah menu baru diluncurkan antara lain ikan nila kukus, kepiting bakar, kerang hijau new zealand dan sup kelapa bakar.

Sup kelapa bakar menjadi menu unik dan andalan di antara kelima menu baru tersebut. Keunikannya terletak dari penyajiannya yang menggunakan batok kelapa yang dibakar dengan kuah santan berisi seafood dan daging kelapa di dalamnya. Campuran seafood berisi daging kepiting, udang, cumi, dan jamur tenggelam dalam kuah sup kaldu ayam.

Batok kelapa dipilih menjadi tempat penyajian sup seafood karena kelapa merupakan simbol kesuburan dan kesejahteraan Indonesia.

Marketing Konsultan Sari Kuring, Kevin Wu meyatakan, dengan menyajikannya dalam batok kelapa akan semakin terlihat keaslian makanan Indonesia. Saat sup kelapa bakar disajikan di meja makan, tak tercium bau amis melainkan aroma kaldu ayam. Menikmatinya awalnya terasa seperti sup ayam biasa. Namun sensasi seafood akan terasa ketika mulai menggigit kumpulan daging cumi, udang dan kepiting yang ada di dalam sup. Rasanya, ringan. Cenderung gurih. Bahan-bahan seafood di restoran itu dibeli langsung dari para nelayan lokal kecuali kerang hijau new Zealand. [DLS/N-5]


Last modified: 6/3/08