[JAKARTA] Komite Olahraga Nasional Provinsi Kalimantan Timur (KON Kaltim) mendesak KONI Pusat untuk melakukan desentralisasi Pelatnas Olimpiade beberapa cabang olahraga termasuk cabang angkat besi di daerah. Hal itu diungkapkan pelatih angkat besi Pelatnas Olimpiade, Lukman ketika dihubungi SP di Balikpapan, Kaltim, Rabu (5/3).
Menurut Lukman, ada dua cabang olahraga yang diminta Kaltim agar bisa Pelatnas secara desentralisasi di sana. Keduanya adalah taekwondo, dan angkat besi. Soal taekwondo, Lukman mengatakan dia tidak tahu alasannya, tapi khusus mengenai angkat besi, dia berharap KONI Pusat bisa menyetujuinya, karena Pelatnas Olimpiade ini bertepatan dengan Pelatda untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII mendatang. Bahkan, kata dia, mulai 31 Januari lalu, keseluruhan atlet Kaltim sudah mulai masuk sentralisasi Pelatda.
"Jadi, sebagai atlet, dan pelatih yang dibesarkan Kaltim, otomatis kami harus mengikuti apa kata KONI Kaltim," tuturnya.
Ketika ditanya apakah pernyataan itu merupakan sinyalemen Kaltim menolak atletnya bergabung ke Pelatnas Olimpiade, Lukman mengelak. "Jangan begitu. Kalau bisa carikan jalan terbaik yang tidak mengorbankan atlet yang berprestasi dan punya harapan di Olimpiade, carilah jalan yang tidak merugikan atlet. Bukan soal menang-kalah. Ini soal kearifan dalam memutuskan sesuatu," kata Lukman.
Kalau sampai KONI Pusat memaksakan Pelatnas Olimpiade harus sentralisasi di Jakarta, mungkin tiga lifter ini termasuk dirinya memilih ikut KONI Kaltim. Saat ini ada tiga lifter Kaltim yang namanya tercantum dalam Pelatnas Olimpiade. Mereka adalah Eko Yuli Irawan (kelas 56 kg), Triyatno (62 kg), Edi Kurniawan (69 kg).
Sekjen Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Syafriadi Cut Ali meminta Kaltim tidak menonjolkan keegoisan yang tak jelas, dengan mengalahkan kepentingan nasional (Olimpiade) untuk kepentingan daerahnya (PON). "Kami mendesak KONI untuk segera memberi batas waktu supaya ketiga lifter Kaltim ini bergabung di Pelatnas Jakarta." Tegasnya, Selasa (4/3) siang.
Menurut pelatih angkat besi Sori Endah Nasution, Eko Yuli berpeluang meraih medali di Olimpiade. Namun ditegaskan Syafriadi jika ketiganya tetap memilih berlatih di Kaltim dan menolak bergabung di Pelatnas, mereka akan dicoret dan digantikan posisinya untuk tampil di Olimpiade Beijing, Tiongkok, Agustus mendatang.
"Mereka itu bisa diganti. Karena Olimpiade untuk cabang angkat besi, tak mewajibkan nama atlet yang lolos kualifikasi (entry form by name) yang mesti tampi, melainkan nomor-nomor yang lolos (entry form by number)," ungkap Syafriadi. [W-6/L-9]