
Casey Stoner mencoba mempertahankan gelar juara dunianya pada seri pertama MotoGP 2008 di Qatar, 9 Maret mendatang. Istimewa
![]()
[DOHA] Juara dunia 2007, Casey Stoner siap mempertahankan gelarnya di ajang MotoGP 2008 yang akan dimulai pada seri pertama di Grand Prix Qatar, Sirkuit Losail, Minggu (9/3). Pembalap Australia itu percaya diri mampu tampil maksimal di musim ini dengan dukungan pacuan motor Desmosedici GP8.
Bekal yang dimiliki andalan tim Ducati itu untuk menjadi yang terbaik ada dua. Pertama, tampil sebagai yang tercepat pada uji coba resmi IRTA di Sirkuit Jerez, Spanyol, 16-18 Februari lalu yang biasa disebut round zero, serta memimpin dalam perolehan waktu pada uji coba balapan malam hari di Qatar, awal Maret. "Pacuan GP8 sepertinya lebih baik dari pendahulunya (GP7). Motor ini mampu berakselerasi dan lebih kencang performanya saat keluar dari tikungan," jelas Stoner, di Doha, Qatar, Selasa (4/3).
Pembalap berusia 22 tahun itu juga punya pengalaman membalap malam hari, ketika dia masih balapan dirt bike (grasstrack) di usia belasan tahun di Australia. Rival Stoner, Valentino Rossi (Fiat Yamaha) juga tak sabar dengan balapan malam hari di Qatar. "Saya senang akhirnya kami kembali menuju balapan seri pertama. Sudah lama rasanya sejak balapan terakhir di Valencia (Oktober 2007)," ujar pembalap Italia berusia 29 tahun itu.
Baik Rossi maupun Stoner mengaku kendala utama yang akan dihadapi semua pembalap pada balapan malam hari di Sirkuit Losail ini adalah faktor suhu udara dingin yang bakal berdampak pada kinerja ban. "Kami akan mulai melakukan sesi kualifikasi dan balapan pada pukul 23.00. Saat itu suhu udara sedang dingin-dinginnya," jelas Stoner.
Pada balapan siang hari di Qatar musim lalu, suhu udara di lintasan mencapai 45 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban hanya 11 persen. Namun di malam hari, temperatur di lintasan hanya 15 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban naik menjadi 75 persen.
Pembalap Indonesia
Di kelas 250 cc, yang merupakan balapan pendamping MotoGP, pembalap Indonesia Doni Tata juga sudah menyelesaikan tes malam hari di Losail, 2-4 Maret. Pada hari pertama Minggu (2/3), pembalap tim Yamaha Pertamina itu mencatat waktu dua menit, 08,947 detik di sirkuit sepanjang 5,4 km itu. Keesokan harinya, pembalap berusia 17 tahun ini memperbaiki catatan waktunya hingga dua menit,07,579 detik. Sementara pada Selasa (4/3) malam, dia mampu memangkas waktunya kembali hingga dua menit,05,567 detik.
Dengan demikian dia mampu memperbaiki catatan waktunya hingga dua detik. "Saya senang dengan Sirkuit Losail, dan tak mengalami masalah pada kondisi membalap malam hari. Hanya saja butiran pasir sempat mengganggu saya karena masuk ke dalam helm. Namun masalah itu teratasi setelah saya mengganti helm yang memiliki daya pandang malam," ujar pembalap DI Yogyakarta itu.
Pembalap Tanah Air ini hanya menempati posisi paling belakang dari 23 pembalap yang tampil mengikuti tes. [Berbagai Sumber/L-9]