[DUBAI] Negosiasi pembelian saham klub sepakbola Liverpool oleh perusahaan permodalan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (4/3) malam atau Rabu (5/3) dini hari WIB, berjalan alot karena penawaran harga pemegang saham terlalu tinggi. Saham Liverpool dikuasai konglomerat asal Amerika Serikat, Tom Hicks and George Gillett.
"Semua sudah tahu kalau kami sudah menegosiasikan harga dengan pemegang saham. Namun, pembicaraan berjalan alot, karena salah satu pemilik saham mengajukan penawaran terlalu tinggi," kata Direktur Eksekutif Dubai International Capital (DIC), Sameer al-Ansari.
Bulan lalu, Hicks mengatakan tidak akan menjual saham klub itu. Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi penjualan saham "The Reds" ke DIC.
Majalah Times, tanpa menyebut sumbernya, Selasa (4/3) mengatakan DIC yakin, Gillet akan menerima penawaran 200 juta poundsterling untuk 50 persen kepemilikan saham klub. Majalah ini juga mengatakan Hicks siap mempelajari opsi penawaran pembelian saham Gillet.
Bagaimanapun, persetujuan antara kedua pemilik tersebut bisa berarti penjualan saham oleh Gillet harus disetujui oleh Hicks. Hicks akan memastikan, ia tak akan menjual saham pada pemegang saham mayoritas.
Januari lalu, Hicks mengatakan pada DIC mengenai penjualan 10-15 persen saham. Namun, menurut Dubai, harga yang ditawarkan terlalu tinggi.
Hicks dan Gillet menyelesaikan kesepakatan mereka Januari lalu, yang harusnya berujung pada pembangunan stadion baru di dekat Stadion Anfield. Rencana ini sudah berkali-kali mundur.
Penggemar telah menyatakan ketidaksetujuan mereka atas kepemilikan saham oleh dua orang Amerika Serikat itu, karena ada ketidaksesuaian antara pelatih Rafael Benitez dan kedua orang itu mengenai kebijakan transfer pemain. Hicks kemudian berusaha mendekatkan kembali hubungan dengan Benitez, dengan mengatakan, kedua pemilik akan mendukung segala keputusan mantan pelatih Valencia itu.
Hicks juga mengatakan, tak perlu diragukan lagi, bahwa Liverpool akan tetap dikuasai Hicks dan Gillet, setidaknya dalam lima tahun ke depan. DIC yang menjalankan aset senilai US$ 13 triliun, dimiliki oleh Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, walikota Dubai. [Rtr/ATW/W-11]