
Siaran langsung RCTI
kamis (6/3) Pkl 02.45 WIB
[MADRID] AS Roma boleh berbangga karena mempermalukan Real Madrid 2-1 dalam laga pertama babak 16 besar Liga Champion di Stadion Olimpico, Roma, dua pekan lalu. Namun, kemenangan itu tidak diraih dengan mudah karena tuan rumah sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Raul Gonzales di menit kedelapan. David Pizarro dan Mancini harus bekerja keras sebelum mencetak gol dan membalikkan keadaan. Walau kalah, "El Real" punya satu tabungan gol tandang yang bisa meringankan beban laga kandang mereka.
Laga kedua, Rabu (4/3) di Stadion Santiago Bernabeu bisa berakhir tragis bagi tim asuhan Luciano Spaletti dkk. Keangkeran kandang juara sembilan kali Liga Champions itu bukan cuma isapan jempol. "Pangeran" Bernabeu, Raul Gonzales dan rekan-rekannya tak akan membiarkan "istana" mereka diacak-acak tim berlambang serigala itu.
Waktu 90 menit cukup untuk menuntaskan dendam dan meraih kemenangan. "Pangeran" Olimpico, Fransesco Totti dan awak Roma lainnya, yang tertawa lebih dulu, bisa jadi menangis pada saat akhir. Duel itu merupakan adu kehebatan antarkeduanya. Raul sudah seperti dewa di Madrid, begitu pula dengan Totti. Kedua pemain sama-sama belum pernah pindah tim dan menjadi pujaan penggemar. Keduanya juga menjadi mesin gol.
Menanjaknya penampilan Robinho, setidaknya, menjamin terciptanya gol ke gawang Doni. Torehan dua gol ke gawang Recreativo Huelva pekan lalu adalah tanda kembalinya sentuhan ajaib pemain bernomor punggung 10 ini. Gol pertama dicetaknya melalui sentuhan pertama, sesaat setelah menggantikan Fabio Cannavaro pada menit ke-74. Keterampilan individu dan kematangan mental membuahkan gol kedua. Robinho menaklukkan kiper Recreativo, Sorrentino dalam duel satu lawan satu.
"Robinho pemain hebat yang selalu dibutuhkan tim. Penampilannya selalu bisa memotivasi rekan setim, sehingga siapapun akan optimis bermain bersamanya," kata rekan setimnya, Guti
Tidak hanya pola serangan yang matang, Madrid juga harus mampu merancang pertahanan kokoh di depan Iker Casillas. Madrid hanya butuh satu gol ke gawang Roma. Dengan catatan, tidak ada gol yang bersarang ke gawang Casillas.
"Kami cuma perlu skor 1-0. Kami menghadapi lawan tangguh dan tidak bisa berharap Roma akan melakukan kesalahan. Satu-satunya peluang menang adalah mencegah mereka mencetak gol," ujar Guti lagi.
Catatan selalu kebobolan dalam empat laga terakhir menunjukkan lemahnya barisan pertahanan Madrid. Kembali tampilnya bek tengah asal Portugal, Pepe usai sebulan cedera, diharapkan bisa menambal lubang pertahanan Madrid. Kuartet Miguel Torres, Fabio Cannavaro, Pepe, dan Gabriel Heinze bisa dipercaya mengawal Casillas menyusul absennya bek tangguh Sergio Ramos akibat akumulasi kartu kuning.

Daya Serang
Walau punya rekor bagus menghadapi klub Italia, Madrid hanya mampu meraih satu kemenangan dari tiga pertemuan melawan Roma di Bernabeu. Total, Raul cs telah melakoni 25 laga melawan klub Italia di Bernabeu, Madrid punya rekor 20 kali menang, dua kali seri, dan tiga kali kalah.
Roma punya motivasi tinggi melumat Madrid di kandangnya. Kemenangan 4-0 saat melawan Parma dalam lanjutan Seri A pekan lalu, menunjukkan efektivitas dan ketajaman serangan Mirko Vucinic dkk. Roma tentu berusaha meraih gol tandang untuk menghindari terulangnya sejarah perempat final tahun lalu, ketika dilibas Manchester United 1-7 di Old Trafford di partai kedua. Padahal AS Roma sempat unggul 2-1 pada laga pertama di Olimpico, Roma.
Kapten Roma Fransesco Totti diharapkan kembali mencetak gol ke gawang Casillas seperti saat mengalahkan Madrid 1-0 pada Oktober 2002 di Bernabeu.
"Saya pernah mencetak gol di Bernabeu dan saya ingin melakukannya lagi. Roma hanya harus bermain lepas. Kalau mampu menjaga konsentrasi, kamilah yang akan lolos ke babak selanjutnya," tegas sang pangeran. [UEFA/Goal.com/ATW/W-11]