[PONTIANAK] Untuk meningkatkan kualitas dan mempermudah sosialisasi serta penyuluhan masalah keluarga berencana (KB), penyuluh pertanian akan merangkap menjadi penyuluh KB. Diharapkan kerja sama antara dua instansi ini, dua program dapat berjalan secara bersamaan.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Hazairin, di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (4/2).
Saat ini jumlah penyuluh pertanian sekitar 1.500 tenaga. Mereka ditempatkan di pedesaan dan pada waktu tertentu berkumpul di kecamatan. Setelah penandatanganan kerja sama dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), nantinya mereka me- miliki peran ganda, yaitu menjadi penyuluh pertanian dan KB.
Hal ini dimungkinkan karena sasaran dalam penyuluhan adalah masyarakat. Hanya saja medianya yang berbeda yaitu tentang pertanian dan keluarga. Jika dalam pelaksanaan penyuluhan memerlukan peragaan, nantinya penyuluh KB akan didatangkan. Sementara masyarakat dikumpulkan di tingkat kecamatan.
Nantinya program pertanian akan disinergikan dengan program BKKBN, sehingga dalam pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan dapat berjalan dengan baik. Program seperti ini sama dengan yang dilaksanakan di Thailand. Di mana penyuluh pertanian merangkap menjadi penyuluh masalah keluarga, katanya.
Untuk anggaran, saat ini masih melalui dinas pertanian. Namun, pada saat penyuluhan KB itu dimulai hendaknya ada insentif dari BKKBN. [146]