[JAKARTA] Forum Gubernur se-Sumatera mengeluhkan masalah defisit listrik di 10 provinsi di Pulau Sumatera yang menghambat pembangunan ekonomi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Yang kami keluhkan pada pemerintah pusat adalah masalah kelistrikan. Karena kelistrikan ini betul-betul mengganggu, hampir semua provinsi mengalami masalah kelistrikan. Selain itu juga masalah lambatnya PLN menanggapi tawaran swasta untuk membangun listrik," kata Ketua Forum Gubernur se-Sumatera, Ismeth Abdullah, di Kantor Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/3), seusai bertemu dengan Presiden Yudhoyono.
Masalah kelistrikan itu sangat menghambat pembangunan ekonomi. Berbagai proyek pembangunan ekonomi menjadi telantar dan tertunda gara-gara listrik. Hal ini tadi juga mendapat perhatian dan Presiden Yudhoyono. Dalam waktu dekat akan rapat khusus untuk memecahkan masalah listrik, mempercepat, dan regulasi. Daerah akan diberi peran lebih besar dalam masalah kelistrikan," katanya.
Dikatakan, saat ini Pulau Sumatera mengalami defisit listrik hingga 900 Mega Watt dan sekalipun Provinsi Sumatera Selatan mengalami surplus listrik, namun tidak dapat memberikan sisa listriknya kepada provinsi lain karena PLN tidak memiliki jaringan transmisinya.
Forum Gubernur se-Sumatera yang diterima Presiden Yudhoyono adalah Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah, Gubernur Riau HM Rusli Zaenal, Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Gubernur Lampung Syachroedin.ZP, Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman, Gubernur Bengkulu Agusrin Nadjamudin, dan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin.
Sementara itu, Direktur Lembaga Advokasi Perlindungan Konsumen Farid Wadji berpendapat, jalan keluar untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia yakni dengan membuka kompetisi pasar ketenagalistrikan. Hal itu membuka peluang agar pihak lain bisa berkontribusi dalam memutus krisis listrik di Indonesia yang begitu parah. [151/Ant/M-11]