[JAMBI] Kabut asap kebakaran lahan dan hutan yang sempat menghilang akibat hujan yang mengguyur sejumlah kawasan di Provinsi Jambi sepekan terakhir ini muncul kembali Rabu (5/3) pagi. Kabut asap tersebut menyelimuti wilayah Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi, dan Batanghari. Namun kabut asap masih tipis dan belum sampai mengganggu penerbangan, angkutan sungai dan aktivitas masyarakat.
Pantauan SP di Kota Jambi, Rabu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, asap yang bercampur kabut sempat membuat jarak pandang hanya 500 meter. Namun, asap kian menipis ketika angin berhembus dan matahari mulai bersinar.
Panas matahari membuat kabut hilang dan angin mengurangi ketebalan asap. Menipisnya asap dan kabut membuat jarak pandang berangsur membaik hingga di atas satu kilometer sekitar pukul 07.30 WIB.
Staf Posko Pusat Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan Provinsi Jambi, Donny kepada SP di Jambi Rabu pagi menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya diperkirakan kiriman dari daerah lain seperti Provinsi Riau dan daerah-daerah perkebunan di kawasan pinggiran Jambi.
Dikatakan, kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi Rabu pagi tampak tebal karena bercampur kabut. Kabut muncul karena memang sejak akhir pekan lalu hingga Senin (3/3), hujan mengguyur Jambi. Asap baru muncul Rabu pagi karena Jambi tak diguyur hujan Selasa (4/3).
Koordinator Prakirawan Badan Metereologi dan Geofisika Provinsi Jambi, Kurnianingsih yang dihubungi Rabu pagi menjelaskan, jarak pandang akibat kabut dan asap di Kota Jambi sempat di bawah 700 meter. Namun, berkat panas matahari dan tiupan angin asap menipis dan jarak pandang kembali di atas satu kilometer dan layak untuk penerbangan. [141]