
usu bubuk yang dibuat di pabrik dengan bahan mentah sudah bisa terkontaminasi bakteri sakazakii (Enterobacter sakazakii) sejak awal. Sebenarnya, pemerahan susu dari sapi pun dapat menyebabkan susu terkontaminasi, misalnya, jika memerah sapi dengan tangan kotor.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr dr Saptawati Bardosono mengatakan hal itu ketika ditemui SP di Jakarta, Senin (3/3). Kualitas susu yang diperah pun kata Saptawati, menjadi tanda tanya.
Apabila kualitas susu tersebut tidak bermutu, maka susu dapat terkontaminasi. Wadah-wadah yang diisi susu dan dibawa ke pabrik juga tidak luput dari kontaminasi bakteri.
Proses pengemasan susu baik dalam kaleng maupun aluminium foil dan kotak tidak luput dari bakteri. Karena itu, peraturan pengemasan pangan patut dilakukan oleh perusahaan.
Pada saat para ibu membuka kemasan susu yang baru dibeli kata Saptawati, produk itu sudah tercemari udara di sekililingnya. Sendok kotor yang digunakan untuk mengambil susu dan mengaduk cairannya, juga dapat mengundang bakteri.
''Dalam setiap tahap proses pembuatan susu, banyak keadaan yang menimbulkan dan mendukung berkembang-biaknya bakteri,'' tutur Saptawati.
Dampak
Menurut Saptawati, terdapat tiga faktor yang menentukan dampak bakteri pada manusia yaitu, virulensi atau keganasan bakteri, jumlahnya dan daya tubuh individu terhadap bakteri tersebut. Faktor satu dan dua memiliki korelasi.
Jikalau bakteri itu ganas, sedikit pun tidak boleh ditemukan di lingkungan hidup masyarakat, karena akan berakibat fatal.
Di sisi lain, apabila bakteri ditemukan dalam jumlah sedikit dan ternyata bakteri tersebut tidak ganas, sehingga warga tak perlu khawatir akan terserang wabah penyakit. [*/M-15]