![]()
Abimanyu
Peraih penghargaan Nobel kedokteran 2005, Profesor Barry J Marshall memberikan kuliah umum di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Banten Selasa (4/3). Kuliah umum itu bertajuk "The Excitement of Science and the Nobel Prize".
[JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghargai inisiatif sektor swasta, seperti yang dilakukan Lippo Group, yang membangun fasilitas kesehatan berkualitas untuk masyarakat umum. Dengan begitu diharapkan tidak banyak lagi masyarakat Indonesia yang harus berobat ke luar negeri, karena semakin banyaknya fasilitas yang memadai di dalam negeri.
Sikap Presiden Yudhoyono itu disampaikan juru bicaranya Dino Patti Djalal kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (4/3), seusai mendampingi Presiden menerima peraih Nobel Kedokteran 2005 asal Australia Barry J Marshall. Pada kesempatan itu hadir juga Chairman Lippo Group Mochtar Riady dan Rektor Universitas Pelita Harapan (UPH) Jonathan L Parapak.
"Presiden memandang, tidak perlu sebetulnya orang Indonesia terlalu banyak yang ke luar negeri untuk berobat, karena semakin banyak fasilitas itu ada di negeri kita, semakin baik bagi rakyat kita," ujar Dino Patti Djalal.
Sementara itu, Profesor Barry J Marshall juga memuji apa yang dilakukan Lippo Group yang membangun sebuah fasilitas kesehatan yang bisa digunakan sebagai lembaga pendidikan, tempat penelitian, dan pusat pelayanan kesehatan dalam satu kampus. Upaya ini, katanya, akan sangat membantu masyarakat Indonesia dalam hal pelayanan kesehatan yang berkualitas. Dia semakin tertarik karena Lippo menggabungkan nanoteknologi dengan biologi.
Dia menceritakan, upaya penggabungan antara penelitian dan pendidikan juga sudah dilakukannya sampai menemukan Helicobacter pylori dan akhirnya meraih Nobel.
Apa yang dilakukan Lippo Group ini akan membuka kesempatan yang luas bagi banyak pihak di Indonesia baik untuk pelayanan kesehatan maupun bagi sektor swasta untuk melakukan hal serupa.
Pada bagian lain, dia mengemukakan bahwa 50 persen rakyat Indonesia sering mengalami sakit lambung. Dan sakit lambung itu potensial mengalami kanker lambung. Dalam konteks itu, upaya Lippo Group membangun pusat kanker adalah sesuatu yang sangat bagus.
Terkait dengan kerja samanya dengan Lippo Group, Barry J Marshall mengatakan, dirinya akan semakin sering datang ke Jakarta baik untuk melakukan penelitian maupun memberi kuliah. Bahkan kedatangannya ke Jakarta akan dilakukan setiap minggu.
Chairman Lippo Group Mochtar Riady mengatakan, Barry J Marshall akan bekerja sama dengan Lembaga Riset Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN) dalam bidang riset selama tiga tahun ke depan sejak nota kesepahaman (Memorandum of Understanding-MoU) ditandatangani. Keberadaan Barry untuk meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di Indonesia pada umumnya.
Sedangkan terkait dengan program membangun pusat kanker tersebut, Mochtar Riady menyatakan, lembaga itu nanti di- harapkan menjadi pusat pendidikan onkologi se- Indonesia.
Lembaga yang menghabiskan dana investasi Rp 1 triliun itu diharapkan akan mulai beroperasi September tahun ini. "Pembangunan infrastrukturnya sudah mulai dilakukan," tandas Mochtar Riady.
Setelah diterima Presiden Yudhoyono, Barry J Marshall juga sepakat bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK) UPH sebagai visiting professor (guru besar tamu).
Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Barry dengan Rektor Universitas Pelita Harapan, Jonathan L Parapak di kampus UPH Karawaci, Selasa siang.
Menurut Dekan FK UPH, Eka J Wahjoepramono, kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan kualitas penelitian medis di Indonesia. Sejauh ini, fasilitas dan peralatan pendukung kegiatan penelitian sudah tersedia lengkap di MRIN. [WWH/CAT/A-21]