SUARA PEMBARUAN DAILY

Kolumbia Geram terhadap Hugo Chavez

[BOGOTA] Presiden Kolombia Alvaro Uribe mengatakan akan meminta Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menuntut Presiden Venezuela Hugo Chavez atas kasus pemusnahan bangsa. Alvaro menuding Chavez membiayai pemberontak Kekuatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).

(FARC), berdasarkan data-data yang ditemukan dalam laptop milik pemimpin pemberontak Raul Reyes. Otoritas Kolombia menyebutkan, dalam laptop yang ditemukan saat penyerbuan ke markas pemberontak FARC di wilayah Ekuador, di dekat wilayah perbatasan dengan Kolombia, terdapat data yang mengindikasikan Venezuela memberikan dana sebesar US$ 300 juta untuk FARC.

"Kolombia akan mengadukan Presiden Venezuela Hugo Chavez ke ICC untuk tindakannya mensponsori dan membiayai pemusnahan bangsa," kata Alvaro, Selasa (4/3). Penyerangan militer Kolombia ke wilayah Ekuador, Sabtu (1/3), juga telah memicu terjadinya krisis diplomatik dengan Ekuador dan Venezuela.

Sementara dari Washington, Presiden George W Bush mengatakan Amerika Serikat (AS) mendukung penuh Kolombia. Dia mengutuk apa yang disebutnya sebagai manuver provokatif, oleh Pemerintahan Venezuela, yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia dan mengerahkan pasukan ke wilayah perbatasan.

Wakil Presiden Kolombia Francisco Santos, sebelumnya dalam konferensi di Geneva, mengatakan bukti-bukti rencana membuat bom menggunakan material radioaktif, juga ditemukan dalam laptop milik Raul Reyes, yang tewas dalam serangan pasukan Kolombia, bersama dengan 16 pasukan pemberontak FARC lainnya.

Negara-negara Amerika Latin, seperti Cile, Meksiko, dan Brasil, telah menawarkan upaya mediasi, untuk menengahi pertikaian. Rapat darurat Organisasi Negara-Negara Amerika juga digelar untuk mendiskusikan krisis yang terjadi. FARC, yang telah beroperasi selama empat dekade, mengangkat isu distribusi kesejahteraan yang lebih baik. [BBC/B-14]


Last modified: 5/3/08