![]()
REUTERS/Alexander Demianchuk
Tokoh oposisi Garry Kasparov (kanan) dan Eduard Limonov berunjuk rasa di St Petersburg, Rusia, Senin (3/3). Kasparov menyatakan 250 orang telah ditahan dalam unjuk rasa.
[WASHINGTON] Mengabaikan penyampaian ucapan selamat pada umumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush mengatakan pada Presiden Rusia yang baru terpilih, Dmitry Medvedev, Selasa (4/3), bahwa dia berharap mereka bisa menjalin hubungan kerja sama yang dekat.
"Presiden Bush mengatakan pada Medvedev, bahwa dia berharap bisa bekerja sama dengannya dan berharap keduanya bisa menjalin hubungan kerja sama yang akan membantu mereka menyepakati persoalan-persoalan dunia yang penting," kata juru bicara Gedung Putih Gordon Johndroe, Rabu (5/3).
Pada pembicaraannya melalui telepon dengan Medvedev, Bush juga menyebutkan kekhawatiran internasional terhadap kewajaran pelaksanaan pemilihan Presiden Rusia, terkait dengan keprihatinan mengenai reformasi demokrasi yang ditinggalkan Moskwa di bawah Presiden Vladimir Putin.
"Presiden Bush mengatakan, dia telah membaca dengan ketertarikan penuh, atas komitmen Medvedev pada kebebasan individu, kebebasan media, penegakan hukum, dan perlawanan terhadap korupsi," kata Johndroe. Pernyataan melalui juru bicara itu, seperti pernyataan sebelumnya, tidak menyebutkan mengenai penyampaian ucapan selamat AS atas terpilihnya Medvedev.
"Saya tidak akan mengikuti permainan kata tentang pemberian selamat atau tidak memberikan selamat. Posisi kami mengenai pemilihan Presiden Rusia adalah seperti yang sudah diketahui dengan baik dan keprihatinan kami sudah disampaikan sejak awal," ucap kepala juru bicara Gedung Putih, Dana Perino.
"Kami tidak percaya bahwa Rusia, ke depan harus khawatir mengenai pemilu multipartai, kebebasan berbicara, akses lebih besar bagi media, dan kebebasan media massa," kata Perino. [AFP/B-14]